WALI KOTA MOJOKERTO UNGGULKAN "GAYATRI" DALAM RTDI DAN RKCI 2021

gambar utama
Walikota Mojokerto saat menyampaikan paparan secara virtual dalam penilaian RKCI dan RTDI-jen
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA : Diantara berbagai inovasi digitalisasi pelayanan publik yang dimiliki oleh pemerintah Kota Mojokerto, Wali Kota Mojokerto menyebut "Gayatri" sebagai salah satu sistem aplikasi terbaik. Hal tersebut disampaikan secara virtual dalam diskusi Riset Transformasi Digital Indonesia (RTDI) dan Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2021 di ruang rapat Sabha Mandala Madya Pemkot Mojokerto, Rabu (10/11/2021).

Walikota, Sekdakot dan jajaran Forkopimda dalam penilaian RKCI dan RTDI-jen


Sebab menurut sosok yang akrab disapa Ning Ita tersebut, Gayatri (Gerbang layanan informasi terpadu dan terintegrasi) sangat berperan, utamanya dalam penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19 di Kota Mojokerto. Terbukti, hari ini Kota Mojokerto telah berhasil memasuki PPKM Level 1.

Selain itu pada tahun 2020 lalu, sistem aplikasi tersebut juga telah mendapatkan penghargaan dalam Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 10, TOP 45 dari Kemenpan-RB.

Selama masa pandemi ini, peran Gayatri memang beragam, mulai dari membantu monitoring data covid di masyarakat hingga tingkat kelurahan secara real time hingga membantu pendataan sasaran vaksin di Kota Masyarakat.

"Kota Mojokerto bisa mendapat capaian 100 persen vaksin yang pertama di Jatim itu juga karena ada aplikasi Gayatri", ujar Ning Ita.

Para perwakilan OPD turut serta menghadiri penyampaikan paparan Walikota Mojokerto-jen


Pada forum yang diselenggarakan oleh Pusat Inovasi Kota dan Komunitas Cerdas (PIKKC) Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut, Ning Ita juga memaparkan mengenai program-program digitalisasi lainnya yang dinilai mendukung pembangunan Kota Mojokerto menuju Smart City, yaitu smart economy, smart branding, smart governance, smart environment, smart living dan smart society.

Sebagai informasi, forum RKCI dan RTDI 2021 digelar untuk menilai implementasi konsep Kota Cerdas di Indonesia yang bertujuan untuk mengukur kesiapan digital kota, kinerja terhadap pengelolaan kota. Selain Kota Mojokerto, terdapat kota-kota lain yang juga turut serta.

Pada forum diskusi tersebut, selain Wali Kota, dari pemkot Mojokerto juga turut hadir Sekda, Asisten, serta perwakilan dari setiap OPD di lingkungan kerja Kota Mojokerto. (EL/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: