SINERGI PEMKOT MOJOKERTO DAN GURU DALAM PELAKSANAAN PENDIDIKAN KARAKTER BERLANDASKAN "SPIRIT OF MOJOPAHIT"
Kota Mojokerto-GEMA MEDIA : Instruksi Walikota Mojokerto untuk melaksanakan pendidikan karakter berlandaskan "Spirit of Mojopahit" bagi para siswa disambut baik oleh para guru. Terbukti dengan tingginya antusiasme para pengajar di lingkungan Kota Mojokerto yang turut serta dalam "Teaching Challenge Adu Kreatifitas Mengajar".
Kompetisi tersebut merupakan murni gagasan dari Ning Ita, sapaan akrab Walikota Mojokerto. Sementara dalam penyelenggaraannya, diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto bekerja sama dengan PGRI, IGTKI, K3S, MKKS, Bank Jatim, Forum CSR, dan Radar Mojokerto.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tercatat sebanyak 242 guru terdaftar sebagai peserta lomba. Dari jumlah tersebut, 10 peserta berhasil mengikuti seleksi lanjutan. Hingga akhirnya terpilih 3 karya terbaik sebagai juara. Masing-masing mendapat apresiasi berupa tropi dan uang tunai sebesar 1 juta rupiah (juara 1), 1 juta 250 ribu rupiah (juara 2), dan 1 juta rupiah (juara 3).
Salah satu guru yang turut serta dalam kontestasi tersebut adalah Sutining, S. Pd., sosok yang sehari-hari mengajar di SMPN 1 Kota Mojokerto. Berkat inovasi dan kratifitasnya dalam karya yang berjudul "Menulis Puisi Menggunakan Puisi Akrostik dengan Menjiwai Spirit of Mojopahit", ia berhasil keluar sebagai juara satu.
Sutining menjelaskan lebih lanjut jika selama ini pelajaran menulis puisi tergolong sulit. Agar memudahkan para siswa, dipilih teknik akrostik. Selain itu, puisi yang ditulis juga dikombinasikan dengan tema-tema bernuansa Majapahit.
"Saya coba untuk mengolaborasikan antara pembelajaran puisi dan "Spirit of Mojopahit". Tujuannya sebagai media agar anak-anak juga dapat mengenal Majapahit dan kemudian meneladaninya", jelasnya.
Saat ditemui selepas acara, pihaknya mengaku sangat bersyukur bisa juara di antara banyaknya peserta, terlebih menjadi juara satu.
Selain ungkapan syukur kepada Allah SWT, Sutining juga berterimakasih kepada Walikota Mojokerto yang telah memberikan wadah bagi guru-guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengajar, terlebih dalam suasana pandemi seperti saat ini.
"Harapannya, setiap tahun bisa dilaksanakan. Karena mengajak guru untuk berpikir, bagaimana bisa mengemas materi yang tidak hanya menyenangkan, tapi juga dapat mengenalkan nilai dan budaya lokal Mojokerto ke dalam mata pelajaran yang diajarkan", pungkasnya.
Selain Sutining, juga terpilih Kurnia Widyaningsih, S. Pd., dari SDN Miji 4 sebagai juara ke dua dan Akhmad Bachtiar, M. Pd., dari SMPN 4 Kota Mojokerto sebagai juara ke tiga.
Sebagai informasi, penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Walikota Mojokerto pada acara Gebyar Seni "Anugerah Prestasi dan Puncak Acara Teaching Challenge Adu Kreatifitas Mengajar" di Pendopo Sabha Kridhatama Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Sabtu sore (30/10/2021). (El/an)
Kompetisi tersebut merupakan murni gagasan dari Ning Ita, sapaan akrab Walikota Mojokerto. Sementara dalam penyelenggaraannya, diadakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto bekerja sama dengan PGRI, IGTKI, K3S, MKKS, Bank Jatim, Forum CSR, dan Radar Mojokerto.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, tercatat sebanyak 242 guru terdaftar sebagai peserta lomba. Dari jumlah tersebut, 10 peserta berhasil mengikuti seleksi lanjutan. Hingga akhirnya terpilih 3 karya terbaik sebagai juara. Masing-masing mendapat apresiasi berupa tropi dan uang tunai sebesar 1 juta rupiah (juara 1), 1 juta 250 ribu rupiah (juara 2), dan 1 juta rupiah (juara 3).
Salah satu guru yang turut serta dalam kontestasi tersebut adalah Sutining, S. Pd., sosok yang sehari-hari mengajar di SMPN 1 Kota Mojokerto. Berkat inovasi dan kratifitasnya dalam karya yang berjudul "Menulis Puisi Menggunakan Puisi Akrostik dengan Menjiwai Spirit of Mojopahit", ia berhasil keluar sebagai juara satu.
Sutining menjelaskan lebih lanjut jika selama ini pelajaran menulis puisi tergolong sulit. Agar memudahkan para siswa, dipilih teknik akrostik. Selain itu, puisi yang ditulis juga dikombinasikan dengan tema-tema bernuansa Majapahit.
"Saya coba untuk mengolaborasikan antara pembelajaran puisi dan "Spirit of Mojopahit". Tujuannya sebagai media agar anak-anak juga dapat mengenal Majapahit dan kemudian meneladaninya", jelasnya.
Saat ditemui selepas acara, pihaknya mengaku sangat bersyukur bisa juara di antara banyaknya peserta, terlebih menjadi juara satu.
Selain ungkapan syukur kepada Allah SWT, Sutining juga berterimakasih kepada Walikota Mojokerto yang telah memberikan wadah bagi guru-guru untuk lebih kreatif dan inovatif dalam mengajar, terlebih dalam suasana pandemi seperti saat ini.
"Harapannya, setiap tahun bisa dilaksanakan. Karena mengajak guru untuk berpikir, bagaimana bisa mengemas materi yang tidak hanya menyenangkan, tapi juga dapat mengenalkan nilai dan budaya lokal Mojokerto ke dalam mata pelajaran yang diajarkan", pungkasnya.
Selain Sutining, juga terpilih Kurnia Widyaningsih, S. Pd., dari SDN Miji 4 sebagai juara ke dua dan Akhmad Bachtiar, M. Pd., dari SMPN 4 Kota Mojokerto sebagai juara ke tiga.
Sebagai informasi, penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Walikota Mojokerto pada acara Gebyar Seni "Anugerah Prestasi dan Puncak Acara Teaching Challenge Adu Kreatifitas Mengajar" di Pendopo Sabha Kridhatama Rumah Rakyat Kota Mojokerto, Sabtu sore (30/10/2021). (El/an)

