PROGRAM SATU RUMAH SATU SARJANA, MENJADI TARGET PEMKOT DALAM PENINGKATAN IPM BIDANG PENDIDIKAN DI KOTA MOJOKERTO.

gambar utama
Ning Ita saat bertandang di SMP Negeri 8 disambut oleh para guru-zan
MOJOKERTO - GEMA MEDIA. Indeks Pembangunan Manusia di Kota Mojokerto masuk dalam kategori tinggi, namun Pemerintah Kota Mojokerto mempunyai target untuk meningkatkan IPM menjadi kategori sangat baik. Hal tersebut disampaikan oleh Ika Puspitasari, SE Walikota Mojokerto, pada Senin 11 Oktober 2021 saat memimpin rapat koordinasi yang membahas mengenai startegi peningkatan IPM Kota Mojokerto.

Bidang pendidikan yang menjadi salah satu dasar penilaian Indeks Pembangunan Manusia, menjadi yang harus ditingkatkan dengan program-program yang dapat mendukung terwujudnya capaian IPM kategori sangat tinggi.

Ning Ita saat bertandang di SMP Negeri 8 disambut oleh para guru-zan


Pada acara Sosialisasi Program Prioritas Pendidikan, Selasa (12/10/2021 ) di SMP Negeri 8 Kota Mojokerto, Ning Ita sapaan akrab Walikota menyampaikan beberapa hal yang menjadi konsen pemerintah dalam mewujudkan program Satu Rumah Satu Sarjana. " 20% mandatory dari belanja APBD Pemerintah Kota Mojokerto akan disalurkan pada bidang pendidikan. Dengan program-program yang sudah direncanakan dan dilakukan oleh OPD pelaksna yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Mojokerto ".

Ning Ita juga menuturkan layanan pendidikan wajib dasar 9 tahun di Kota Mojokerto sudah diakui terbaik dari daerah lain. " Adapun upaya-upaya yang kita lakukan dalam mewujudkan peningkatan pendidikan yaitu, meningkatkan jumlah sumber daya manusia dengan pendidikan yang lebih tinggi, minimal S1 melalui program Satu Rumah Satu Sarjana, yang bekerjasama dengan Baznas Kota Mojokerto, untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yang bersekolah di SMA Negeri dan Sekolah Kejuruan Negeri Kota Mojokerto" lanjutnya.

Walikota Mojokerto bersama Kepala Dispendikbud saat sosialisasi prioritas program pendidikan-zan


Selain itu disampaikan pula, untuk anak-anak yang bersekolah di perguruan tinggi, Pemkot menyediakan beasiswa melalui Disporapar. "Tahun ini disiapkan beasiswa, tidak hanya dari keluarga yang tidak mampu, tapi juga anak-anak yang berprestasi dengan jumlah anggaran 750 juta untuk menjamin anak-anak tetap berkuliah, ini merupakan kerjasama tiga pilar yaitu Pemkot, Baznas dan Universitas Mayjen Sungkono ."

Tidak hanya itu, pada kesempatan ini, di hadapan para tenaga pendidik Ning Ita mengajak seluruh guru untuk berinovasi dalam melakukan pembelajaran secara daring "Pemkot mengadakan challeng untuk guru yang kreatif. Silahkan Bapak/ Ibu membuat video mengajar virtual yang kreatif , nanti akan kami beri hadiah yang menarik. Ini kita lakukan untuk memotivasi para guru agar selalu inovatif dalam memberikan pengajaran." ungkapnya.

Acara sosialisasi dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto, Ketua PGRI Kota Mojokerto, Kepala Sekolah dan para tenaga pendidik. Pada akhir acara Ning Ita diberi cindera mata topeng panji karya siswa-siswi SMP Negeri 8 Kota Mojokerto. (Zs/an)

 

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: