MIPABA, SEKOLAH UNGGULAN YANG BERBEDA TETAPI TIDAK UNTUK DIBEDAKAN

gambar utama
Kepala Sekolah, Dewan guru dan Narasumber-dok
Mojokerto-GEMA MEDIA : Untuk meningkatkan kualitas sumber daya guru dan kualitas sumber daya murid, MI Ismailiyah Paradigma Baru (MIPABA) menggelar kegiatan P3Ag (Pendalaman Pemantapan Pengamalan Amanat Guru.  P3Ag yang berlangsung selama 2 hari mulai tanggal 6-7 Oktober 2021 di Royal hotel Trawas Mojokerto diikuti oleh tenaga pendidik  dan kependidikan MIPABA.

Drs, Mohammad Mufid, M.M Kepala  MIPABA saat dikonfirmasi via what’sapp menuturkan, tujuan dari P3Ag adalah untuk meningkatkan kualitas murid dan lulusan MIPABA, maka kualitas guru perlu ditingkatkan. Untuk itu MIPABA melakukan penataran internal  pendidik dan tenaga kependidikan.

“ini merupakan salah satu kelebihan MIPABA dan membuat berbeda dari yang lain, namun bukan untuk dibedakan” terangnya.

Pendidik dan tenaga kependidikan MIPABA didalam menjalankan amanatnya dengan lahir dan bathin. Untuk pencapaianya MIPABA mengimplementasikanya dengan program   P3Ag, sedangkan untuk murid dengan nama P3Am yaitu Pendalaman Pemantapan Praktik Akhlak Murid, demikian juga dengan wali murid dengan program RPT( Returning parents trussteship) - P2DM (Pembiasaan Perilaku Dermawan Murid ) – HCM (House of charity MIPABA), lanjutnya.

Drs.H.Mohammad Mufid MM, selain menjadi kepala MIPABA yang juga mendapat amanah menjadi ketua YP3M Sabilul Muttaqin (partnership sejak awal berdirinya MIPABA dalam kegiatan keagamaan, pendidikan, dan social). Serah terima amanat dari H. Abd.Halim Hasyim, M.Pd.I kepada Drs.H.Mohammad Mufid MM beberapa waktu lalu (edisi sebelumnya, red).

foto bersama usai kegiatan-dok


Sementara itu  Munawaroh, S.Pd.I Kepala sekolah yang menangani khusus murid perempuan (KABANAT) menambahkan bahwa, melalui program P3Ag ini pelaksanaan pendidikan bisa tepat sasaran dan juga menghasilkan sesuatu yang maksimal bagi pendidikan anak.

salah satu narasumber saat paparan-dok


MIPABA sekolah yang berada di Jl.Mojopahit Penarip II/15 Kecamatan Kranggan Kota Mojokerto, merupakan sekolah yang berbeda dalam hal keunggulannya.  Program unggulan MIPABA yang dimaksud ada 2 yakni P3AM dan Khotmil Qur’an  Bin Nadhor.

Menurut Ustadzah Munah demikian murid-murid memanggilnya, dalam pendidikan bukan hanya pendidikan jasmani yang diperlukan akan tetap pendidikan rohani sangat diperlukan.

“Bukan hanya teori tetapi juga implementasi  yang membawa barokah, manfaat bagi diri sendiri, keluarga, agama dan bangsa.  Sehingga anak-anak  MIPABA menjadi generasi bangsa yang hebat, bermartabat dan membawa barokah” katanya.

Ada 3 kata kunci keberhasilan dalam dunia pendidikan, yakni kesungguhan wali murid, kesungguhan guru, dan kesungguhan anak.

“Alhamdulillah partisipasi orangtua selaku walli murid selama ini sangat luar biasa. MIPABA selama ini sangat dibantu. Walau sekolahnya di lingkungan gg kecil namun, masyarakat sudah menaruh kepercayaan untuk menyekolahkan putra-putrinya di MIPABA” terang Ustadzah.

Tenaga pendidik dan kependidikan saat mengikuti P3Ag-dok


Menyinggung sekolah Adiwiyata dan Sekolah Ramah Anak, atas dukungan semua pihak kepala sekolah selaku pelaksana ini menyatakan siap. Mengingat kedua program tersebut merupakan kebijakan pemerintah yang harus didukung oleh semua sekolah termasuk MIPABA, dan ini merupakan bentuk komitmen sekolah.

“Secara tidak langsung MIPABA sudah mengimplementasikan Sekolah Adiwiyata dan Sekolah Ramah Anak, karena sejak ditunjuk oleh Pemerintah Kota Mojokerto kami sudah mengintegrasikan  program tersebut dengan mata pelajaran yang ada. Selanjutnya hanya tinggal pemantapan saja” tandasnya.

Adapun materi yang disampaikan dalam P3AG dari para Narasumber yang berkompeten di bidangnya. Materi EDM (Evaluasi Diri Madrasah) & RKM/ RKAM (Rencana Kerja Madrasah/Rencana Kerja Anggaran Madrasah) disampaikan oleh Ruhayanah,M,Pd.I selaku Pengawas Madrasah, Seputar Aparatur Sipil Negara (ASN) disampaikan oleh  Kasi Pendidikan Agama, Profil guru Ahli Sunnah Waljama'ah disampaikan oleh Drs. Sueb Khariry, Sekolah Adiwiyata disampaikan oleh Edy Sutopo dari Dinas Lingkungan Hidup,  dan untuk materi Sekolah Ramah Anak (SRA ) disampaikan oleh Muntamah, SH kasi.PUG dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindunga Anak. (an)

 

 

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: