Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Eko Yudi Prastowo Adi Nagoro yang merupakan Pangeran Sentono Dalem dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang juga merupakan Pangarso Wilayah Jawa Timur serta menjadi Wakil Sinuhun Pakoe Boewono XIII-jen
Mojokerto - GEMA MEDIA: Pemberian gelar kehormatan yang di terima oleh Wali Kota Mojokerto Hj Ika Puspitasari SE oleh Keraton Kasunanan Surakarta kemarin sabtu (2/10/21), bukan berarti pemberian gelar semata-mata karena prestasi tapi masih mempunyai hubungan darah dengan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Beliau mendapatkan gelar sentono dalem “Kanjeng Mas Ayu Tumenggung” dengan berbagai ritual yang dilakukan oleh ulama keraton yang memangi tugasi oleh Sinuhun (Raja) untuk istikharoh.
“Jadi tidak semata-mata karena prestasi kinerja atau jabatan yang diembannya tetapi juga melalui spritual dari ulama keraton,” ucap Kanjeng Pangeran Aryo Eko Yudi Prastowo Adi Nagoro yang merupakan Pangeran Sentono Dalem dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang juga merupakan Pangarso Wilayah Jawa Timur serta menjadi Wakil Sinuhun Pakoe Boewono XIII saat dikonfirmasi di kantornya. Senin, (4/10/2021).
Ia juga menambahkan bahwa, Kasunanan Surakarta Hadiningrat ini merupakan penerusnya Kerajaan Majapahit. Yang kalau dilakukan penelusuran lebih jauh melalui spiritual secara mendalam Wali Kota Mojokerto saat ini masih ada garis Keturunan dari keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
“Kebetulan saya ada di Mojokerto dan juga mempelajari sejarah, mempelajari kinerja beliau-beliau ini khususnya Wali Kota. Kami juga mencari asal usul keluarga beliau dan nama beliau (Wali Kota Mojokerto) kita haturkan ke keraton yang akhirnya di istikhoroh (bahasa arab),” jelasnya.
KPA Eko Yudi Prastowo Adi Nagoro Menunjukan Pusaka yang merupakan simbol jati diri Pangeran Sentono keturunan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat-jen
Lebih lanjut, keponakan Pakoe Boewono XIII, bahwa “Trah Kusuma Rembesing Madu” (Keturunan yang terpilih) itu tidak akan pudar (bias). Bahwasannya dari garis spiritual yang tidak bisa di logikakan memang masih ada garis keturunan, entah kapan itu dihilanginya tapi yang jelas ada garis keturunan dari mata spiritual.
“Maka dari pertimbangan itu sinuhun (Raja) memutuskan bahwa Ibu Wali Kota Mojokerto ini layak di beri gelar Sentono Dalem (Family Kerajaan) karena masih ada garis darah dengan Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” tukasnya.
Perlu di ketahui, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasati mendapat gelar kebangsawanan dari Keraton Kasunanan Surakarta. Gelar yang diterima Ning Ita yakni Kanjeng Mas Ayu Tumenggung.
Gelar tersebut diserahkan langsung oleh SISKS Pakoe Boewono XIII dan disaksikan oleh Kanjeng Ratu Pakoe Boewono XIII saat rangkaian kegiatan Hajad Dalem Garebeg Mulud Alip 1955/2021 Masehi, Sabtu (2/10/2021) siang.
Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto,tak menyangka menerima gelar kehormatan tersebut. Pasalnya, Ia tercatat sebagai satu-satunya Wali Kota Mojokerto yang disahkan menjadi kerabat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dan kini namanya menjadi Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Hj. ika Puspitasari Arimingtyas SE.
"Semoga dengan gelar ini, bisa menjadi kebanggaan tersendiri bagi Warga Kota Mojokerto, dan akan menggali terus potensi-potensi budaya dan sejarah yang ditinggalkan leluhur kita, yakni Kerajaan Majapahit" pungkasnya. (Jen/an)