Walikota (Ning Ita) bersama Kadikbud, Ka.SMPN 5 dan Ka.SMP N 2, dalam agenda sosialisasi program prioritas pendidikan-jen
Mojokerto – GEMA MEDIA : Selama masa pandemic Covid-19 sekitar kurang lebih 4 semester, anak-anak harus belajar secara daring (online). Pembelajaran jarak jauh (PJJ) ini membuat anak-anak mengalami titik jenuh.
Suasana yang asri, bertemu dengan para guru dan teman sebayanya adalah hal yang dirindukan. Namun karena ini adalah merupakan bencana non alam, harus kita maknai menjadi sesuatu yang berharga.
Hampir semua sektor pendidikan bertransformasi ke digitalisasi, demikian juga selaku pendidik juga bertransformasi ke digitalisasi.
Itulah yang disampaikan oleh Walikota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan pengarahan dalam agenda sosialisasi program prioritas pendidikan di SMP Negeri 5 kota Mojokerto, Kamis 30/9/2021.
Ning Ita sapaan akrab Walikota Mojokerto ini menuturkan bahwa, Kota Mojokerto pada PPKM ini memang sudah mulai diselenggarakan Pembelajaran Tatap Muka, namun masih terbatas yakni 30 %. Hal ini tentu capaian pendidikan masih sangat minimnya waktu. Oleh karena itu sisanya yang 70 % harus dipenuhi dengan cara daring.
Penggabungan model pembelajaran daring dan luring (blended learning) harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. “Saya berharap para guru / tenaga pendidik tetap mempertahankan semangat dan motivasi belajar kepada anak didiknya” ucapnya.
Blended learning merupakan pembelajaran yang didukung oleh kombinasi efektif dari cara penyampaian, cara mengajar dan gaya pembelajaran yang berbeda serta ditemukan pada komunikasi terbuka diantara seluruh bagian.
“Metode blended learning ini akan menjadi pembiasaan pada era new normal” tandas Ning Ita dihadapan guru SMP Negeri 2 dan SMP Negeri 5 Kota Mojokerto.
Ning Ita juga mengunjungi hasil produk pengolahan kunyit, kencur dan knetu-jen
Ning Ita juga menyatakan walaupaun jenjang pendidikan SMA menjadi kewenangan Provinsi, namun jangan sampai ada anak yang tidak melanjutkan sekolah. Pemkot Mojokerto juga melakukan kerjasama dengan Basnaz agar anak-anak yang berada di kota Mojokerto dapat sekolah hingga SMA. Untuk Program satu Keluarga satu Sarjana, Pemkot bekerjasama dengan Baznas dan Universitas Mayjen Sungkono bagi anak-anak kota yang ingin meneruskan kuliah hingga sarjana namun terkendala biaya.
Menyinggung masalah Indek Pembangunan Manusia (IPM) saat ini menurut Ning Ita, mencapai 78,2, hal ini menunjukkan kualitas pendidikan di Kota Mojokerto meningkat. “Namun target saya kedepan kita upayakan diatas 80, dan untuk mewujudkan itu semua harus nyengkuyung.” tegas Ning Ita.
Sementara itu, Amin Wachid Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto menambahkan bahwa, SMP Negeri 5 memiliki aplikasi Berantas Tuntas (Berita Terkini di Sekolah Orangtua Nyaman dan Tenang Serta Puas). Ini merupakan inovasi publik yang masuk nominasi urutan 3 dalam aplikasi IGA di Kota Mojokerto. Selain itu SMP Negeri 5 juga merupakan sekolah Adiwiyata Provinsi Jawa Timur, selain itu anak-anak juga telah berhasil mengembangkan Robotik. Kegiatan lainnya yang dikembangkan yaitu pengelolaan kunyit, kencur, dan daun kenetu. Membatik dengan canting, dan melukis dengan media tampah serta music gamelan, pungkas Amin.
Hadir pada kesempatan tersebut Kepala SMP Negeri 2 Mulip dan Kepala SMP Negeri 5 Nono Purnomo, serta para pejabat di Lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto. (an)