NING ITA TEKANKAN, POSKESTREN KETATKAN PHBS DAN PROTOKOL KESEHATAN

gambar utama
Walikota Mojokerto (dua dari kiri) , Kepala DinkesP2KB, dan Narasumber-jen
Mojokerto – GEMA MEDIA : Pondok Pesantren sebagian besar  santrinya berusia dibawah 12 tahun, dan ini  belum menjadi sasaran vaksinasi covid-19.  Mengingat sampai saat ini Pemerintah belum menyediakan vaksin untuk anak-anak dibawah usia 12 tahun.  Oleh karena itu di Pondok Pesantren diharapkan lebih mengetatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Protokol Kesehatan (Prokes).  Hal itu disampaikan Walikota Mojokerto Ika Puspitasari yang akrab disapa Ning Ita dalam agenda orientasi pendampingan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) di Ruang Samodro Ballroom  Lynn Hotel, Rabu 29/9/2021.

Ning Ita dan drg.Vitria Dewi diantara para peserta-jen


“Kota Mojokerto sejak Juni 2021, capaian vaksinasi sudah 100 % sehingga sudah tercipta herd Immunity. Namun santri-santri yang usia dibawah 12 tahun belum menjadi sasaran, sehingga perlu pengetatan PHBS dan Protokol Kesehatan” tegasnya.

Upaya ini harus dilakukan secara terus menerus, karena kemungkinan  ada yang lupa, sehingga perlu adanya monitoring dan evaluasi.   “Istiqomah dalam hal kebenaran harus dilakukan. Saya berharap kepada pengurus pesantren, bukan hanya ngurusi keagamaan saja , namun juga komitmen dalam hal menjaga diisiplin protokol kesehatan dan dapat menjadi role model ” ucap Ning Ita.

Selama 2 tahun terakhir ini Pemkot melakukan pendampingan di 9 Pondok Pesantren dari 14 Pondok pesantren yang ada. “Kenapa tidak semua pesantren ada pendampingan, karena ada beberapa pondok yang istilah santrinya ngalom yaitu tidak menetap. Habis ngaji atau belajar agama kemudian pulang, tidak menginap di pondok” terang Ning Ita.

para pengurus pesantren dan pendamping ormas-jen


Suhariyanto Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menyampaikan, tujuan orientasi pendampingan kali ini dapat mewujudkan  pesantren yang sehat serta peduli dan tanggap terhadap permasalahan kesehatannya.  Selain itu juga dapat meningkatkan pengetahuan peserta tentang konsep dasar Poskestren, sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat; Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan khususnya kader santri husada tentang gizi santri dan cara menetukan status gizi; Meningkatkan pengetahuan kemampuan dan keterampilan peserta tentang cara melakukan survey PHBS, dan Survey Mawas Diri (SMD); Pentingnya kesehatan lingkungan di pondok pesantren dan pengetahuan peserta tentang penyakit yang sering terjadi di pondok pesantren.

Orientasi pendampingan Poskestren kali ini diikuti oleh Pengasuh Ponpes, Pendamping Ormas, Kemenag , Ketua RMI, Kepala Puskesmas, Lintas program Dinas Kesehatan, dan petugas Puskesmas Orientasi yang diikuti oleh Pengasuh Ponpes, Pendamping Ormas, Kemenag , Ketua RMI, Kepala Puskesmas, Lintas program Dinas Kesehatan, dan petugas Puskesmas.

Narasumber Drg. Vitria Dewi, M.Si Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Dr. Begum Fauziah,S.Si,M.Farm Pimpinan Wilayah Fatayat NU Jawa Timur. Serta Lintas Program Dinkes P2 KB Kota Mojokerto. (an)

 

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: