TANTANGAN PADA ERA LITERASI DIGITAL, PARA GURU HARUS TINGKATKAN INOVASI DAN BERKREASI

gambar utama
penyerahan dokumen berita acara serah terima jabatan pembina dan pengurus yayasan Sabilul Muttaqin-an
Mojokerto – GEMA MEDIA : Pandemi yang berlangsung selama hampir 2 tahun, selama itu pula anak-anak belajar daring hingga mengalami titik kejenuhan. Oleh karena itu para guru harus terus berinovasi dan berkreasi dalam meningkatkan kemampuan berliterasi.

Hal tersebut disampaikan oleh Atik Salamah, S. Pd.M. Pd.I Kepala SMP Islam Brawijaya Kota Mojokerto saat memberikan sambutan dalam acara workshop penguatan implementasi kurikulum 2013, dengan pokok bahasan Literasi dalam pembelajaran dan pengembangan media audiovisual  white board animation bagi guru SMP Islam Brawijaya.

dari kiri : Kepala Sekolah dan Wakil Kepala sekolah bagian kurikulum-an


Workshop yang berlangsung 2 hari mulai sabtu dan minggu tanggal 25 dan 26 September 2021 di Vanda hotel Trawas menghadirkan Narasumber  Dra.Nurul Laila, M.Si seorang pengawas Sekolah Menengah pertama pada Dinas pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto.

Mengingat tahun ini lanjut Atik, Pemerintah mulai menerapkan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).  Fungsi dari ANBK ini adalah untuk meningkatkan mutu siswa melalui 3 hal yang diujikan yaitu survey karakter, survey lingkungan belajar dan Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang terdiri dari literasi dan Numerasi. ”ANBK sebagai pengganti Ujian Nasional (UN) yang telah dihapus oleh pemerintah” terangnya.

para guru dan staf SMP Islam Brawijaya Peserta workshop-an


Untuk materi workshop lainnya disampaikan oleh Khoirul Huda, S.Pd.I Wakil kepala sekolah bagian kurikulum. Pada materi kali ini Wakakur  memberikan materi tentang cara mengimplementasikan dalam proses pembelajaran sehari-hari. “Para guru perlu memiliki berbagai sumber mode pembelajaran  dengan kreatifitas masing-masing. Misalnya, bentuk audiovisual, flayer dan juga para guru ini perlu memiliki chanel youtube untuk mengupload materi pembelajaran” tambah Huda.

Pada kesempatan yang sama juga berlangsung serahterima jabatan pengurus dan pembina Yayasan Sabilul Mutaqin yang merupakan induk organisasi  dari SMP Islam Brawijaya. Sebelumnya Ketua Yayasan dijabat oleh KH.Abd. Halim Hasyim dan digantikan oleh ketua yang baru Mufid Widodo.  Sedangkan KH.Abd. Halim Hasyim menduduki posisi selaku tim pembina dengan 2 orang lainnya yaitu KH Rofi'i Ismail dan KH.Muthoharun Afif selaku ketua tim pembina.

KH. Muthoharun Afif dan KH.Abd. Halim Hasyim selaku Pembina Yayasan Al Muttaqin mengajak semua pihak hendaknya memperbarui niat yang baik dan ikhlas, jabatan apapun semua baik karena itu merupakan amanah. Perlunya koordinasi dan komunikasi, serta mengikuti aturan yang ada dan juga kebijakan dari pemerintah. (an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: