Dr. Ludy (Narasumber /Moderator, dan Febri Emayanti, (Kabid pend.SD) saat pembukaan Bimtek-dok
Mojokerto-GEMA MEDIA : Literasi dasar merupakan pengetahuan dan kecakapan dalam memperoleh dan mengolah informasi untuk mengembangkan pemahaman dan potensi. Namun tidaklah mudah setiap anak/siswa memiliki kemampuan dalam berliterasi. Untuk ini perlu pelatihan-pelatihan dan pembiasaan.
Literasi bagi anak sekolah dasar misalnya, harus dimulai dari para guru untuk mentransfer ilmunya utamanya dalam literasi dan numersi.
Untuk mewujudkan hal tersebut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto (Disdikbud) bekerjasama dengan Pusat Pendidikan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang menggelar acara bimbingan Teknis (Bimtek) literasi Sekolah Jenjang SD Negeri dan Swasta.
Bimtek yang diikuti oleh para guru SD negeri/swasta ini berlangsung selama 3 hari mulai hari Rabu,Kamis dan Jumat tanggal 15 s.d. 17 September 2021. Bertempat di Aula SDN Balongsari 6 Jln. Empunala 115 Mojokerto dengan metode blended learning, daring dan luring).
Kabid Pendidikan SD (tengah) saat pembukaan didampingi Narasumber-dok
Dr. Endah Tri Priyatni,M.Pd Narasumber dalam bimtek ini menyampaikan, untuk meningkatan literasi dasar siswa Indonesia, khususnya literasi membaca dan numerasi, agar dapat melampaui negara-negara tetangga atau bahkan mengejar Singapura, maka satu aspek penting yang wajib ditingkatkan adalah kompetensi para guru.
Para guru harus memiliki kemampuan literasi dan numerasi yang baik agar mereka dapat memberikan bimbingan dan pelatihan kepada siswa secara optimal. “Di bawah guru-guru yang literat, literasi siswa akan melesat” unkap Dosen Jurusan Bahasa Indonesia ini.
Seorang Guru sedang sharing dengan Narasumber-dok
Tujuan dari Bimtek ini lanjut Endah, antara lain menguatkan Strategi literasi membaca dan numerasi di kelas. Hasilnya adalah peningkatan kompetensi Literasi membaca dan numerasi guru yang bermuara pada peningkatan kompetensi literasi membaca dan numerasi siswa.
Adapun Narasumber yang berkompeten dari Universitas Negeri Malang, Prof. Dr. Abdur Rahman As’ari, M.Pd,M.A dan Azizah, S.Pd;M.Si untuk Literasi matematika atau numerasi. Kemudian Dr. Endah Tri Priyatni, M.Pd dan Dr. Ludi Wishnu Wardana, M.M. untuk literasi membaca.
Materi Bimtek meliputi Asesmen Nasional dan AKM, Perbedaan Literasi membaca dan membaca, Perbedaan numerasi dan matematika, Analisis Karakteristik Soal Literasi Membaca, Analisis Karakteristik Soal Literasi Matematika/Numerasi, Pemodelan Penguatan Literasi Membaca, Praktik diagnosis kesulitan dan menyusun rancangan aksi pembelajaran,Pemodelan Penguatan Literasi Matematika.
Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Febri Emayanti saat membuka Bimtek, bahwa Bimtek Literasi ini menjadi solusi bagi para guru. Mengingat selama masa pandemi pembelajaran dilaksanakan dengan sistem daring yang tentunya memiliki keunggulan serta kukurangan tersendiri. Salah satu kekurangannya adalah menurunnya tingkat keaktifan siswa dalam hal literasi. “Pembelajaran daring interaksi antara para siswa dan guru pun sangat minim, Serta terbatasnya akses para guru dalam hal memberikan penjelasan terhadap materi yang disampaikan kepada para siswa”, ungkap Febri.
Melalui Bimtek kali ini diharapkan dapat meningkatkan Kapasitas para guru agar nantinya mampu memberikan stimulus kepada para peserta didik sehingga mampu mempertajam kemampuan para siswa dalam hal menerima dan mengolah informasi yang didapat dalam proses belajar menqajar, pungkasnya. (an)