Walikota dan Kadis PUPRPRKP serta Koord Kotaku meninjau lokasi proyek di beberapa Kelurahan-jen
Mojokerto-GEMA MEDIA : Walikota Mojoketo Ika Puspitasari tinjau proyek dalam program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di 3 Kelurahan, Sabtu 28/8/2021. Tiga lokasi yang dikunjungi yaitu Kelurahan Blooto, Prajuritkulon, dan Magersari.
Dalam cuaca terik mentari pagi yang mulai memanas, kunjungan pertama menuju Kelurahan Blooto, Walikota yang disapa Ning Ita ini hadir bersama Suami Supriyadi Karima Saiful, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPRPRKP) Mashudi, Camat Prajuritkulon Mochamad Hekamarta Fanani, Lurah Blooto Suluh Setiadji, tim Koordinator Kotaku Zamroni dan pengurus BKM Blooto Sejahtera, meninjau langsung pelaksanaan pekerjaan drainase, jalan paving dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada di RW.03 Lingkungan Kemasan Kelurahan Blooto Kecamatan Prajuritkulon.
salah satu proyek kotaku di Kel.Gunung Gedangan-jen
Ning Ita saat dikonfirmasi awak media menjelaskan, tahun ini Kota Mojokerto mendapat alokasi dana dalam program Kotaku sebanyak 10 Kelurahan. Realisasinya dalam bentuk drainase, rehap jalan, TRH, pembersihan dan program padat karya tunai. Untuk tahun ini skemanyaadalah untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN). Di beberaa kelurahan ada pekerjaan pembersihan dan sebagian sudah selesai, namun khusus di Kelurahan Blooto ada beberaa jenis pekerjan yakni pembuatan jalan baru dan drainase diatas tanah hibah dari warga, rehap jalan umum, perbaikan saluran dan pembangunan ruang terbuka hijau.
“ Tujuan dari program Kotaku ini secara nasional untuk pemulhan ekonomi, dengan program seperti ini uang yang beredar di daerah semakin banyak, dan masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat dampak pandemic bisa mengikuti program padat karya karena persyaratannya harus warga lingkungan proyek itu dikerjakan” ucap Ning Ita.
salah satu lokasi proyek saluran dan jalan yang dibangun diatas hibah tanah dari warga-jen
Sebelumnya lanjut Ning Ita, kawasan kumuh ada di 7 Kelurahan dan sudah tuntas pada tahun 2015. Kemudian tahun 2020 tim Kotaku mengadakan kaji ulang dan maping di Kota Mojokerto hasilnya ditemukan 15 Kelurahan dengan luasan yang berbeda dan itu menjadi dasar untuk mengusulkan program kotaku ke pemerintah pusat setiap tahun.
“Alhamdulilah dari 15 Kelurahan itu 10 Kelurahan diantaranya tahun ini mendapatan program Kotaku” terangnya. Setelah bagi-bagi masker dan sulemen untuk para pekerja Ning Ita dan rombongan melanjutkan kunjungan ke Kelurahan prajuritkulon dan Kelurahan Magersari melihat program yang sama.
Sementara itu Zamroni Koordinator Kotaku menambahkan, sepuluh Kelurahan yang menerima program Kotaku tahun ini yaitu, Kelurahan Blooto, Kelurahan Prajuritkulon, Kelurahan Magersari, Kelurahan Kranggan,Kelurahan Sentanan, Kelurahan Gedongan, Kelurahan Gunung Gedangan, Kelurahan Mentikan, Kelurahan Miji, dan Kelurahan Surodinawan.
“Untuk alokasi anggaran Kelurahan Blooto menerima 1 miliar rupiah dan untuk program padat karya sebesar 300 juta rupiah” tandas koorkot yang disaa Yani ini. (an)