penyerahan beasiswa Baznas kepada siswa MAN 1 Kota Mojokerto-jen
Mojokerto-GEMA MEDIA : Indeks pembangunan manusia (IPM) adalah salah satu indikator untuk mengukur keberhasilan Walikota sebagai pemangku kepentingan tertinggi di pemerintah daerah. Komposit dari IPM adalah indeks pendidikan, secara graduatif diupayakan ada peningkatan dari tahun ke tahun. Selama 2 (dua) tahun terakhir ini sudah ada peningkatan. Selanjutnya tahun 2021 – 2023 terus diupayakan ada peningkatan secara graduatif. Hal itu disampaikan oleh Walikota Mojokerto Ika Puspitasari saat menyerahkan bantuan beasiswa kepada MAN I dan SMKN1 Kota Mojokerto, pada Jumat 11/6/2021.
penyerahan beasiswa Baznas kepada siswa SMKN1 Kota Mojokerto-jen
Beasiswa yang diserahkan kali ini adalah atas sinergitas Baznas dengan Pemerintah Kota Mojokerto khususnya dibidang pendidikan. “secara tidak langsung Baznas Kota Mojokerto turut serta mendukung capaian IKM Kota Mojokerto” katanya. Lebih lanjut Ning Ita sapaan akrab Walikota Mojokerto ini menegaskan, untuk meningkatkan IPM, Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, terlebih lagi dibatasi oleh adanya regulasi. Misalnya jenjang SMA menjadi kewenangan Provinsi. Namun demikian bukan berarti tidak bisa berbuat . Untuk ini Pemkot bekerjasama dengan pihak external seperti Baznas Kota Mojokerto yang turut serta memberikan beasiswa kepada anak-anak yang kurang mampu.
Pada kesempatan tersebut Ning Ita juga menyampaikan pihak Pemkot telah bekerjasma dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitia (BPSDMP) Kominfo Surabaya, dalam pendidikan gratis sebanyak 16 vocational yang bisa diakses oleh anak-anak alumny SMK, dan juga masyarakat umum serta ASN Kota Mojokerto untuk upgrade capacity.
Foto bersama Walikota di depan MAN 1 Kota Mojokerto-jen
Selain itu, pihak Pemkot juga bekerjasama dengan Panasonik gobel, untuk ini memberikan kesempatan kepada angkatan kerja muda di Kota mojokerto mengikuti pendidikan vocational di bidang elektronik, khususnya AC. Kesempatan ini diberikan kepada mereka yang sejak awal dapat mengikuti pendidikan di pabrik yang berada di pasuruan. Selanjutnya kalau sudah lolos bisa bekerja di perusahaan Jepang.
Secara terpisah Dwi Hariadi Ketua Baznas Kota Mojokerto menyampaikan bahwa, bantuan beasiswa yang disalurkan kali ini kepada 11 anak di MAN 1 Kota Mojokerto, dan 49 anak di SMKN 1 Kota Mojokerto. Beasiswa berupa uang SPP yang diberikan secara rutin setiap 1 semester. Lebih lanjut Dwi menjelaskan, syarat untuk menerima bantuan beasiswa ini adalah anak dari keluarga yang kurang mampu namun mereka harus taat kepada Ibu meminta ridho dari orangtua selama 41 hari dan rajin solat 5 (lima) waktu yang ditandatangani oleh Imam. Kemudian anak juga harus berlaku sopan santun terhadap yang lebih tua.
Syarat tersebut dituangkan dalam surat pernyataan dan ia melaporkan secara rutin kepada Baznas Kota Mojokerto. “Hal ini kami lakukan agar anak-anak memiliki akhlak yang mulia dan jauh dari narkoba” katanya. Adapun dipilihnya MAN 1 dan SMKN 1 karena sekolah tersebut para guru telah menjadi muzaki Baznas kota Mojokerto, punkasnya. (an)