Study komparasi Ketua Komisi 3 dan rombongan di Bappeda Kota Mojokerto-jen
Mojokerto-GEMA MEDIA : Kota Mojokerto dengan julukan small is beautiful, yang diartikan kecil tapi cantik, karena keragaman budaya, keragaman sumber dayanya dan berbagai inovasi dan prestasi yang diraihnya. Kota Mojokerto Maju melangkah Ayo Berbenah, menjadi motto Walikota Mojokerto Ika Puspitasari untuk terus maju melangkah dan berbenah.
Terkait keberhasilan dalam penyelenggaraan Kab/Kota Sehat (KKS), menarik perhatian bagi komisi 3 DPRD dan Dinas Kesehatan Bolaang Mongondow Timur Sulawesi Utara yang telah melakukan kunjungan kerja dalam rangka study komparasi KKS di Kota Mojokerto Jumat, 4 Juni 2021.
penyerahan cinderamata oleh Sekretaris Bappeda Litbang kepada ketua komisi 3 DPRD-dok
foto bersama usai diskusi dan sharing Pengalaman KKS di Kota Mojokerto-dok
Rombongan dipimpin oleh Suradi S. Simbala (ketua komisi 3) DPRD Bolaang Mongondow Timur dengan (wakil ketua) Kevin Sumendap, dan Reevy R.Lengkong (sekretaris), serta dr.Ceery A.Komaling (anggota) dan Wenadi Apande, SP( kabag umum secretariat DPRD). Adapun jajaran Dinas Kesehatan yang mengikuti Tineke Poluakan (Kabid Kesmas),Hermansyah Mamonto (staf dinkes), . dr. Corry Kapoh (Kapus Buyat) , Vivi A. Nayoan ( Kapus Mooat) , Helmi Lasama (Kapus Motongkad), dan dr. Nur D. Mamoto (Puskesmas Tututan).
Ketua Komisi 3 DPRD Bolaang Mongondow menyampaikan bahwa tujuan study kali ini adalah sharing pengalaman terkait penyelenggaraan Kota sehat. Mengingat Kota Mojokerto sudah berhasil meraih penghargaan Kota Sehat tingkat nasional. “bagaimana strateginya bisa berhasil lolos verifikasi baik dokumen maupun lapangan. Setelah goggling ternyata kota Mojokerto banyak pemberitaan di media tentang keberhasilannya sebagai kota sehat” katanya.
Di Bolaang Mongondow Timur merupakan daerah yang baru berumur sepuluh tahun, jadi masih perlu banyak belajar, lanjutnya.
Rombongan DPRD dan Dinkes Bolaang Mongondow Timur-dok
Menanggapi maksud dan tujuan tersebut, Ir.Kurnia Rokim Sekretaris Bappeda Litbang mewakili ketua tim pembina menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan KKS tahun 2021ini, Kota Mojokerto maju penilaian swasti saba Wistara dengan lima tatanan. Yakni tatanan kawasan permukiman dan sarana prasarana sehat, Tatanan kawasan tertib lalu lintas dan transportasi umum, tatanan kehidupan masyarakat sehat mandiri, tatanan ketahanan pangan dan gizi dan tatanan kehidupan sosial yang sehat.
“Walau demikian bukan berarti Kota Mojokerto yang terbaik, namun mungkin ada kelebihan di daerah lain yang bisa diadopsi oleh Kota Mojokerto” katanya .
Mengenai strtegi pengelolaan KKS di kota Mojokerto dipaparkan oleh dr.Farida Mariana Kabid.P2P selaku Plt. Sekretaris Dinkes Kota Mojokerto. Sedangkan diskusi tanya jawab dipandu oleh Riani, SH,M.Si ketua Forum Kota Mojokerto Sehat.
Turut serta menyambut rombongan drg. Dewi Kabid Kesmas beserta jajaran staf dan koordinator tatanan Forum Kota Mojokerto Sehat. Setelah penerimaan di Aula Bppeda Litbang, kunjungan dilanjutkan di PKM Wates untuk melihat secra langsung pelayanan kesehatan di PKM Wates. (an)