Ning Ita buka Sekolah Siaga Kependudukan (SKK) guna sikapi bonus demografi

gambar utama
Walikota Mojokerto buka sekolah siaga kependudukan-jen
Mojokerto – GEMA MEDIA : Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari membuka Sosialisasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Jalur Formal dan Informal jenjang SD/MI, SLTP/MTS, dan SMA/MA di Kota Mojokerto dengan mengundang Narasumber Kepala Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Provinsi Jatim – Uni Hidayati S.T, M.M. Sosialisasi tersebut dilaksanakan di Pendopo Rumah Rakyat Jl. Hayam Wuruk No. 50 Kota Mojokerto. Senin (24/5).

Dihadapan 55 orang peserta yang terdiri dari Guru BK, Pembina PIK-R, Ketua Genre, Pembina Saka Kencana serta Penyuluh KB Kota Mojokerto, Ning Ita sapaan akrab Wali Kota menuturkan dalam memasuki periode bonus demografi hingga tahun 2030 mendatang, Kota Mojokerto diharapkan dapat menyiapkan generasi yang berkualitas guna memacu pertumbuhan ekonomi.

“Bonus demografi dimana penduduk usia produktif antara 15 sampai dengan 64 tahun ini proporsinya melebihi jumlah penduduk non – produktif, ini harus dibina secara konsisten agar tidak menjadi bencana kependudukan akibat over populasi yang tidak terkontrol dan malah menjadi beban Negara” ungkap Ning Ita.

Walikota Mojokerto saat membuka sekolah siaga-jen


Sekolah dianggap memiliki kemampuan untuk mendayagunakan potensi, mengatasi masalah, memenuhi kebutuhan, dan meningkatkan ketrampilan dalam mengimplementasikan pendidikan kependudukan. Dimana SKK mengintegrasikan pendidikan kependudukan dan keluarga berencana kedalam beberapa mata pelajaran sekolah.

(Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) Harianto -jen


“Pelajar sebagai Agent Of Change diharapkan dapat terlibat dalam program – program yang berwawasan kependudukan agar mereka kelak dapat menjadi manusia yang sehat secara jasmani, rohani, mental, dan spiritual untuk mempelajari konsep – konsep kependudukan yang kemudian akan diterapkan ketika terjun dalam kehidupan bermasyarakat” pesan Ning Ita.

 

Sementara (Plt) Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) Harianto selaku Leading Sector P2KB menuturkan, SKK diharapkan mampu membentuk generasi berencana yang perduli terhadap fenomena kependudukan serta mampu mengembangkan sikap yang tepat kepada murid dalam mengambil keputusan untuk mengatasi masalah kependudukan dengan dinamika penduduk pada masa yang akan datang. (dit/an)
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: