Diskopukmperindag gelar pelatihan penilaian koperasi sehat

gambar utama
Walikota, Plt.Kadiskopukmperindag dan narasumber-jen
Mojokerto-GEMA MEDIA : Adanya beberapa koperasi yang kondisinya kurang sehat, Dinas Koperasi Usaha Kecil Mikro Perindustrian dan Perdangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto menggelar pelatihan  bagi pengurus Koperasi, kamis 20/5/2021.

Pelatihan penilaian kesehatan koperasi digelar dalam rangka pemeriksaan kepatuhan koperasi terhadap peraturan perundang-undangan utamanya yang menjadi kewenangan pemerintah Kabupaten/Kota. Pelatihan berlangsung selama 3 hari mulai kamis 20 mei sampai dengan22 Mei 2021 bertempat di Ruang Nusantara Kota Mojokerto menghadirkan tim narasumber dari lembaga jasa keuangan Malang.

Ani Wijaya Plt. Kepala Diskopukmperindag kota Mojokerto menyampaikan , di Kota Mojokerto ada 199 Koperasi, namun 14 diantaranya kondisinya kurang sehat dan telah mengajukan penutupan dari Kementerian Koperasi (Kemenkop).  “saat ini ada 14 Koperasi yang menunggu surat keputusan dari Kementerian Koperasi RI karena dinyatakan tidak sehat “ kata Ani.

Ning Ita saat memberikan sambutan pembukaan pelatihan-jen




Sedangkan dari jumlah 185 masih aktif tersebut, hanya 12 koperasi yang dinyatakan sehat, sedangkan 68 koperasi  kondisinya cukup, 105  koperasi memerlukan perhatian khusus dan ini tugas berat  Diskopukmperindag.  Melalui pelatihan ini secara bertahap koperasi di Kota Mojokerto semua bisa  menjadi koperasi  yang sehat. Pada akhirnya melalui koperasi bisa mendongkrak peningkatan ekonomi kreatif, tegas Ani.

Walikota Mojokerto Ika Pusitasari, saat membuka pelatihan ini menyampaikan koperasi merupaan soko guru perekonomian nasional. Ini artinya koperasi sebagai penompang ekonomi secara nasional.  Oleh karena itu untuk bisa bangkit kembali sebagai perekonomian nasional dapat dilakukan melalui koperasi secara gotong royong.

“saya berharap dari 185 koperasi yang masik aktif ini ada upaya untuk bangkit kembali.  Dalam hal ini pemerintah Kota Mojokerto hanya bisa menfasilitasi apa yang menjadi kebutuhan koperasi kita support”. Jelas Ning Ita Walikota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini.

Oleh kerana itu lanjutnya, ikuti pelatihan selama tiga hari ini untuk mendapatkan ilmu dari narasumber, agar kedepan dapat memenuhi unsur-unsur  sebagai koperasi yang sehat. Dalam hal ini sehat  manajemennya, keuangannya, permodalannya, sehat yang lainnya.

Setelah pelatihan ini tentu koperasi akan didata dengan melihat internalnya,untuk mengetahui parameter koperasi sehat.

Menjawab tantangan saat ini pada era digitalisasi, koperasi bukan hanya sinpan pinjam. Namun bisa dikembangkan ke usaha  yang lain misalnya perhotelan, SPBU dan usaha lainnya.

“Harapan saya koperasi dapat berinovasi ada usaha lain, sejalan dengan Kota Mojokerto yang akan menjadi Kota pariwisata. Koperasi bisa mengambil peran, jangan hanya investaor luar yang masuk. Saya ingin ada inverstor dari dalam kota Mojokerto sendiri dan ini bisa dilakukan secara perorangan maupun berkelompok dalam bentuk koperasi, Pungkasnya. (an)

 

 
Bagikan berita ini:

Berita Terkait: