Mojokerto-GEMA MEDIA: Sudah terbukti dan bukan hanya sekedar janji, komitmen Ning Ita Walikota Mojokerto untuk mensejahterakan warganya. Bantuan bukan hanya bersifat sementara dan konsumtif, akan tetapi berupa ilmu sehingga dapat dijadikan bekal untuk membuka lapangan usaha.
Saat membuka pelatihan inkubasi wirausaha aneka keripik , Ika Puspitasari nama lengkap Walikota Mojokerto, menyampaikan bahwa kalau diberi ilmu akan lebih langgeng dan bisa dikembangkan menjadi wirausaha untuk mensejahterakan masyarakat.
moment foto bersama Walikota-jen
Sebagai stimulan kali ini Ning Ita memberi order kepada para peserta yang sudah dilatih. “saya mau pesan keripik untuk isi bingkisan hari raya, apakah ibu-ibu siap? Kontan saja diiyakan oleh para peserta yang dominan peremuan tersebut. Telah disepakati Ning Ita memesan 900 bungkus keripik dengan 3 (tiga) macam, masing-masing 300 bungkus yaitu keripik singkong, keripik ketela dan keripik pisang, katanya.
“Saat ini ibu-ibu diajari cara membuat keripik, tahap berikutnya diajari cara pembukuan cara menghitung modal usaha, biaya produksi dan keuntungan, tahap berikutnya cara pemasaran. Saya ingin warga Kota Mojokerto bisa mengisi peluang yang ada, jangan sampai yang ngisi produk stand-stand di sentra kuliner itu orang luar Kota Mojokerto. Saya ingin jenengan semua jadi pengusaha. Oleh karena itu manfaatkan kesempatan pelatihan ini sebaik-baiknya ” terang Ning Ita.
Ning Ita saat melihat proses pembuatan keripik-jen
Sementara itu Ani Wijaya plt. Kepala Dinas Koperasi, UKM, perindustrian dan perdagangan Kota Mojokerto menyampaikan bahwa, inkubasi wirausaha kali ini, merupakan perwujudan dari misi keempat Walikota Mojokerto yaitu, Mewujudkan Ekonomi Daerah Yang Mandiri, Berdaya Saing, Berkeadilan dan Berbasis Pada Ekonomi Kerakyatan Melalui Peningkatan Fasilitas Pembangunan Infrastruktur Daerah.
Melalui inkubasi wirausaha ini, dapat mengatasi kemiskinan serta dampak covid-19. Pelatihan kali ini tahap 2 dengan peserta 250 orang berlangsung di gedung pusat alas kaki yang dimulai tanggal 3 Mei 2021. Selama enam bulan kedepan peserta mendapatkan pendampingan dari Instruktur Sri Wahyuni dari Lembah Hijau Lamongan.(an)