Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Muhammad Albarraa, Lc, M.Hum Wakil Bupati Mojokerto saat tabur bunga di makam KH. Nawawi (Foto- Fauzan)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama Muhammad Albarraa, Lc, M.Hum saat tabur bunga di makam KH. Nawawi (Foto- Fauzan)

Mojokerto – Gema Media- Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari memimpin langsung kegiatan apel dan ziarah makam makam KH. Nawawi di TPU Desa Losari, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, Selasa pagi (23/11/2021).

Sehingga, selain pembacaan doa dan tabur bunga, juga dilakukan penghormatan dan mengheningkan cipta. Kegiatan kali ini dilaksanakan termasuk dalam rangkaian napak tilas sosok KH. Nawawi.

Pada kesempatan tersebut Ning Ita bersama Sekretaris Daerah Kota Mojokerto dan sejumlah anggota Forkopimda disambut oleh Gus Barra, sapaan akrab Wakil Bupati Mojokerto.

Penting diketahui, KH. Nawawi adalah sosok ulama sekaligus pahlawan asli Mojokerto. Beliau lahir pada tahun 1886, tepatnya di Dusun Lespadangan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Perjalanan beliau untuk bisa menjadi sosok ulama berpengaruh bisa dikatakan panjang. Selain sudah belajar agama sejak kecil dari sang ayah, KH. Nawawi juga nyantri ke banyak Kyai besar di Jawa Timur. Salah satunya yaitu pendiri Nahdhatul Ulama, KH. Hasyim Asy’ari dari pondok pesantren Tebuireng, Jombang.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memimpin apel di makam Losari saat ziarah Makam KH. Nawawi. (Foto-Fauzan)

Tidak mengherankan, KH. Nawawi lantas tumbuh menjadi sosok yang aktif dalam organisasi keagamaan tersebut. Bahkan, pada tahun 1928 KH. Nawawi mendirikan Nahdhatul Ulama Mojokerto.

Sementara terkait perjuangan melawan penjajahan Belanda, KH. Nawawi terpilih sebagai Komandan Laskar Sabilillah yang melakukan pergerakan di daerah Mojokerto, Damean, Sepanjang, dan Sukodono. Hingga akhirnya KH. Nawawi gugur pada 22 Agustus 1946, akibat dikeroyok oleh pasukan kolonial Belanda. (EL)

Print Friendly, PDF & Email