Home Text News Ekonomi dan Bisnis Ning Ita: Produk Warga Kota Mojokerto Harus Bisa Dominasi Pasar

Ning Ita: Produk Warga Kota Mojokerto Harus Bisa Dominasi Pasar

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat memberikan arahan kepada peserta sosialisai Standarisasi Industri dan Fasilitasi Halal. (Foto-Fauzan)

Mojokerto- Gema Media – Di tengah makin menggeliatnya wisata kuliner di Kota Mojokerto, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menginkan warga Kota Mojokerto dapat ambil bagian penuh dalam fenomena tersebut.

“Berapa banyak penjual produk makanan dan minuman di Kota Mojokerto. Ini bukti kalau wisata kuliner di Kota Mojokerto cukup menjanjikan. Nah, saya sangat berharap produk-produk yang ditawarkan itu hasil produksi dari kita sendiri. Jangan sampai didominasi oleh milik orang luar Kota Mojokerto,” tegas yang akrab disapa Ning Ita, Selasa sore (23/11/2021).

Oleh karenanya, sebagai upaya peningkatan mutu produk warga Kota Mojokerto, Pemkot Mojokerto menggelar Sosialisasi Standardisasi Industri serta Fasilitasi Halal bagi pemilik UMKM di Kota Mojokerto. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) di Sabha Mandala Tama Pemkot Mojokerto pada Senin-Selasa, 22-23 November 2021.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari saat membuka sosialisasi yangh di gelar Diskopukmperindag Kota Mojokerto di Sabha Mandala Madya Kantor Pemerintah Kota Mojokerto. (Foto-Fauzan)

“Agar bisa dipasarkan di tempat-tempat strategis dan jadi pilihan pembeli, produk panjenengan harus punya P-irt dan sertifikat halal. Jadi disini panjenengan agar mendapat ilmu bagaimana memproduksi makanan-minuman yang bisa mendapat P-irt dan dikategorikan halal”, ujar Ning Ita.

Melalui forum tersebut, Diskopukmperindag bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto menargetkan sebanyak 270 UMKM, baik yang sudah berkembang atau dari peserta inkubasi wirausaha untuk bisa lolos sertifikasi keamanan pangan.

Mengingat pentinganya forum tersbut Ning Ita pun meminta para peserta untuk bersungguh-sungguh, agar tujuan yang diinginkan daoat tercapai.

“Jenengan sing sukses, kulo sing seneng. Karenana kesuksesan UMKM itu menunjukkan bahwa ekonomi Kota Mojokerto dapat bangkit”, pungkasnya.

Pesrta Sosialisasi Standarisasi Industri Serta Fasilitas Halal. (Foto-Fauzan)

Sebagaimana diketahui, Kota Mojokerto memang tidak bisa bergantung pada sektor alam sebagai tumpuan dalam menggerakkan roda ekonomi. Demikian pula keberadaan industri besar yang jumlahnya tidak banyak. Sehingga, yang bisa benar-benar diandalkan adalah puluhan ribu UMKM yang ada di Kota Mojokerto. (EL/Jen)

Print Friendly, PDF & Email