Home Text News Budaya dan Pariwisata Ini Pesan Wali Kota Mojokerto Ning Ita, Dalam Menghormati Para Pejuang

Ini Pesan Wali Kota Mojokerto Ning Ita, Dalam Menghormati Para Pejuang

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberikan arahan dan pesan dalam acara Tasyakuran dan Kajian Kepahlawanan KH Nawawi. (Foto-Jendoel)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari memberikan arahan dan pesan dalam acara Tasyakuran dan Kajian Kepahlawanan KH Nawawi. (Foto-Jendoel)

Mojokerto – Gema Media – Masih dalam suasana hari peringatan Hari Pahlawan, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari tidak hentinya mengajak masyarakat untuk senantiasa meneladani jasa para pahlawan.
Sebagaimana sering didengar, bahwa sebuah bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa para pahlawannya.

“Terlebih kita sebagai warga Kota Mojokerto, wajib bangga. Banyak sosok pahlawan berasal dari kota kita. Hingga sepertinya juga layak dijuluki sebagai Kota Pahlawan”, ujar Ning Ita, Rabu pagi (24/11/2021).

Bahkan lebih lanjut, Ning Ita juga menyebut bahwa heroisme di Kota Mojokerto sejatinya tidak lekang oleh waktu. Sebab sosok pahlawan tersebut selalu ada, baik dari masa lampau maupun kini. Pada masa perjuangan melawan penjajah, diantaranya terdapat sosok K.H Nawawi dan Achyat Chalimi. Sementara pada masa pasca penjajahan, salah satunya adalah Riyanto.

Wali Kota Ika Puspitasari Didampingi Keluarga dari Bani Nawawi saat memotong tumpeng dan menandai Tasyakuran dan kajian Kepahlawanan KH Nawawi. (foto-Jendoel)

Karenanya, sebagai upaya untuk menanamkan semangat heroisme kepada generasi muda, Pemkot Mojokerto menggelar Diskusi dan Revitalisasi/ Penulisan Ulang Buku Tentang Kisah Perjuangan K.H. Nawawi. Kegiatan digelar di Pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat, dengan menghadirkan narasumber Ayyuhan Nafiq, sejarawan asal Mojokerto.

Melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto, kegiatan tersebut dikemas sebagai rangkaian dari “Tasyakuran dan Kajian Kepahlawanan K.H. Nawawi”.

Acara yang digelar merupakan format baru dari Napak Tilas KH. Nawawi yang biasa rutin diagendakan setiap tahunnya.
“Napak Tilas tahunan ini termasuk agenda rutin tahunan. Namun tahun lalu tidak bisa dilaksanakan karena pandemi. Tahun ini, alhamdulillah akhirnya bisa diadakan lagi, tapi tentu harus disesuaikan, mengikuti prokes yang ada” ujar Kepala Disporapar.

Kepala Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata Koyta Mojoketo Novi Rahardjo S.Stp. (Foto-Jendoel

Sebelumnya, kegiatan Napak Tilas K.H Nawawi biasa diikuti ribuan peserta yang didominasi generasi muda dari Sukodono, Surabaya, dan Mojokerto. Mereka berjalan kaki dari Dusun Sumantoro, Sukodono, Sidoarjo hingga garis finish diĀ  kilometer. Rute tersebut merupakan jalan yang dipakai para santri dan pejuang saat menandu jenazah KH Nawawi, yang gugur melawan penjajah di Sukodono, Sidoarjo untuk dimakamkan di TPU Desa Losari, Kabupaten Mojokerto. (EL/Jen)

Print Friendly, PDF & Email