Konferensi ke XV PWI Provinsi Jawa Timur, Luthfil Hakim terpilih jadi ketua PWI periode 2021-2026-jen

SURABAYA – GEMAMEDIA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jawa Timur menggelar Konferensi PWI XV di Mercure Hotel Surabaya Rabu, (17/11/2021) kemarin. Konferensi tersebut di gelar guna memilih Ketua PWI periode 2021-2026.

Ada tiga calon yang mendaftarkan sebagai calon Ketua antara lain, Lutfi Hakim, Ainur Rohim, dan Eko Pamuji. Sistem pemilihan di Konferensi PWI sesuai tata tertib dan PD RT PWI bahwa pemilihan dilakukan secara langsung umum, bebas dan rahasia. One man One vote.

 

Lutfi Hakim yang juga mantan Wakil Ketua PWI Jawa Timur unggul atas incumbent Ainur Rohim, dengan perolehan suara 237 suara.

Sementara calon Eko Pamuji, mantan Sekretaris PWI, mengundurkan diri sebelum pencoblosan, sedangkan Ainur Rohim, mendapatkan 116 dukungan suara.

Dengan jumlah 379 daftar pemilih tetap (DPT) ini dihadiri 357 pemegang hak suara baik yang hadir ditambah virtual atau mandat.

Pimpinan sidang Zulkifli Ghani Otto dari PWI Pusat begitu melihat hasil suara langsung menetapkan Luthfil Hakim sebagai Ketua PWI Jatim terpilih 2021-2026.

“Sesuai tata tertib maka pemegang suara tertinggi melebihi dua per tiga plus satu langsung ditetapkan menjadi Ketua terpilih. Maka Lutfil Hakim adalah Ketua PWI Jatim,” ujarnya diiringi gedokan palu.

Sejumlah pendukung Lutfi bergemuruh dan bersorak gembira  karena kandidat yang digadangnya mengungguli pesaingnya.

 

Ia menambahkan, sebelum perhitungan sempat memberi penekanan bahwa Konferensi PWI Jatim kali ini dibalut dengan suasana kerukunan, kebersamaan dan persatuan.

“Ingat Mars PWI kita. Kita berusaha menciptakan iklim jurnalis dengan penuh kebersamaan, profesional , dalam rangka turut mencerdaskan kehidupan bangsa,” cetus Zulkifli Ghani Otto , Kabid Organisasi, PWI Pusat yang juga pimpinan sidang.

 

Berbagai pernik pesta demokrasi di  organisasi wartawan tertua di Indonesia ini sempat mencuat. Hanya saja mampu diredam karena jika dibiarkan akan membuat praktik demokrasi di PWI menjadi rusak. Terutama isu isu miring terkait money politik, tawar menawar jual beli suara, hingga janji jabatan di kepengurusan.

Dengan semangat bersatu, kebersamaan PWI Jatim sukses menggelar Konferensi XV dengan dua sesi pleno.

“Untuk Pleno selanjutnya tentang program kerja akan dirumuskan dalam raker setelah pelantikan, bagian dari program kerja,” pungkasnya. (Jen/an)

 

 

Print Friendly, PDF & Email