Panitia UPT Puskesmas Wates dalam menuju WBBM bersama tim tim pendamping dari Ninas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DinkesP2KB) Kota Mojokerto. (foto-istimewa)

Mojokerto – Gemamedia – Salah satu unit pelayanan publik Kota Mojokerto, UPT Puskesmas Wates dalam perjalanannya membangun Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2021 telah memasuki tahap evaluasi atau Desk Evaluasi oleh Tim Penilai Nasional (TPN) dari Kemenpan-RB. Kegiatan berlangsung secara daring di ruang pertemuan UPT Puskesmas Wates, Kamis sore (11/11/2021).

Pada kegiatan tersebut, dr. Mar’atus Sholikhah, Kepala UPT Puskesmas Wates, memaparkan secara rinci terkait capaian hasil pembangunan zona integritas pada 6 area perubahan yang telah dilakukan, terutama pada penguatan integritas dan inovasi sistem pelayanan; identifikasi dan mitigasi risiko integritas dalam pelaksanaan pelayanan pada unit kerja dan inovasi pada sektor pelayanan, kinerja dan penguatan integritas untuk mencegah KKN. Acara kemudian disusul dengan sesi diskusi/tanya jawab antara tim penilai dan seluruh tim kerja pembangunan ZI.

Saat ditemui selepas forum, dr. Mar’atus Sholikhah, yang juga sebagai ketua tim kerja pembangunan ZI, mengungkapkan, apresiasinya kepada segenap tim dan pihak terkait atas kerja keras dan dukungan yang telah diberikan sepanjang perjalanan membangun Zona Integritas di lingkungan UPT Puskesmas Wates.

“Penilaian ini tidak hanya mempertaruhkan nama UPT Puskesmas Wates, tapi juga Kota Mojokerto. Jadi, tentu harapannya nanti bisa lolos sebagai WBBM”, tambahnya.

Perlu diketahui, UPT Puskesmas Wates merupakan satu-satunya unit pelayanan puskesmas yang diusulkan untuk menjadi WBBM. Sebelum bisa diusulkan, UPT Puskesmas Wates terlebih dahulu harus mengantongi predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi), yang mana hal tersebut sudah diraih di tahun 2019.

Lebih lanjut, Kunci dalam penilaian WBK/WBBM Ini adalah kualitas pelayanan masyarakat. Kedepannya, meski sudah ditetapkan lolos WBBM, ia juga berkomitmen bahwa pihaknya tidak akan berhenti untuk memberi pelayanan terbaik.

“Tentu tidak boleh berhenti disitu. Harus ditingkatkan terus. Dan harapannya bisa ditularkan ke skpd-skpd yang lain”, pungkasnya.

Pada forum yang berlangsung selama 120 menit tersebut, juga turut hadir perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Mojokerto. (El/Jen)

Print Friendly, PDF & Email