Ning Ita saat jadi pembicara dalam agenda edu talk Unesa-sit

 

Mojokerto – GEMA MEDIA : Dianggap sukses mengaplikasikan Teknologi Informatika dalam bidang Pendidikan, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjadi salah satu pemateri dalam Webinar Series Batch 1 : Edu Talk, yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Pada minggu (7/11/2021).

Dengan tema “Revitalisasi Pendidikan Indonesia Sebagai Upaya Adaptif Di Era Disrupsi Digital”, Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto ini menjelaskan berbagai upaya yang telah Ia lakukan dalam mempertahankan eksistensi bidang pendidikan di era pandemi yang mengharuskan seluruh sektor bertransformasi menggunakan Teknologi Informasi.

Edu Talk dengan tema “Revitalisasi Pendidikan Indonesia Sebagai Upaya Adaptif Di Era Disrupsi Digital”, -dit

Menurutnya, di era disrupsi digital saat ini peran tenaga pendidik memegang peran penting dalam bidang pendidikan, sebagai transfer knowlage guru harus siap menghadapi tantangan zaman salah satunya transformasi digital.

“Ketika guru bisa memahami dan melaksanakan tugasnya dengan rasa nyaman, tentu ilmu yang akan di transfer akan mudah difahami oleh anak didiknya. Maka dari itu kami mengadakan Teaching Chalange bagi guru untuk membuat modul pembelajaran inovatif, guna mengejar ketertinggalan penyerapan materi oleh siswa selama PJJ” ujarnya.

Anak- anak yang lahir dalam disrupsi digital, menurut Ning Ita tidak selalu memiliki dampak negatif. Justru Ia melihat ada potensi prestasi yang bisa dihasilkan jika di berikan treatment dengan baik.

“Ini akan berpotensi sebagai prestasi asalkan harus ada kerja sama, sinergitas antara pemda, pihak penyelenggara pendidikan, bersama bisa kita gandeng dan bekerja bersama- sama untuk mewujudkan prestasi- prestasi pendidikan di era disrupsi digital ini” tegasnya.

Diketahui, sebagai bentuk perhatian dalam dunia pendidikan di era disrupsi digital, Pemkot Mojokerto juga telah memberikan fasilitas 158 titik wifi gratis pada area publik se Kota Mojokerto, akses pembelajaran internet gratis beserta sarana-prasaranya melalui “mobil telecenter”, hingga menjadi kota pertama di Indonesia yang memberikan paket internet gratis bagi pelajar selama Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

“Selain itu Kami juga bekerja sama dengan tiga pilar dalam program satu rumah satu sarjana, kemudian kami juga memiliki program beasiswa bagi mahasiswa yang berasal dari kota Mojokerto yang sedang berkuliah di luar kota dengan syarat memiliki IPK minimal tiga” ungkapnya.

 

Berbagai upaya yang telah dilakukan Pemkot Mojokerto tersebut merupakan langkah untuk membangun SDM kota Mojokerto agar memiliki kualitas yang lebih baik dalam rangka mendukung rencana pembangunan Nasional 2045, Indonesia memiliki generasi emas, pungkasnya. (dit/an)

 

 

Print Friendly, PDF & Email