Ning Ita usai memberikan langsung menemui beberapa Kafilah-jen

Kota Mojokerto-GEMA MEDIA:Pemerintah Kota Mojokerto kirimkan 30 perwakilan putra dan putri daerah terbaik pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXIX Tingkat Provinsi Jawa Timur 2021 yang diselenggarakan di Pamekasan, Madura. Pemberangkatan kafilah tersebut dipimpin langsung oleh Ika Puspitasari, Walikota Mojokerto di Pendopo Sabha Mandala Tama, Selasa pagi (2/11/2021).

Pihaknya mengaku bangga akan keikutsertaan para kafilah dalam 17 cabang lomba yang diadakan.
“Ini sebagai bukti bahwa sdm Kota Mojokerto ini berkualitas, memiliki daya saing”, ungkap Ning Ita, sapaan akrab Walikota Mojokerto.

Tidak bisa dipungkiri, kompetisi yang rutin digelar dua tahunan tersebut memang sebuah ajang bergengsi bagi kabupaten/kota di Jawa Timur untuk bisa menunjukkan putra/putri terbaik daerahnya dalam bidang seni budaya Al Quran dan tafsir Al Quran.

Meski bakal penuh atmosfer persingan, Ning Ita menghimbau kepada para kafilah untuk tidak sekadar melihatnya demikian. Dirinya menekankan bahwa ajang tersebut sebagai wadah untuk menjalin ukhuwah islamiyah dan berkontribusi dalam membangun atmosfer Qur’ani di Jawa Timur.

Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari saat memberikan sambutan pemberangkatan-jen

“Anak-anak kita ini spesial. Tidak semua orang ditakdirkan untuk memiliki kemampuan membaca Al Quran dengan indah dan benar, atau bahkan menghafal Al Qur’an. Kehadiran mereka ini juga bisa menciptakan kedamaian, ketentraman di tengah masyarakat”, terangnya.

Keahlian para kafilah memang lebih utama dalam pengamalan sehari-hari, bukan sekadar untuk mencapai juara atau semacamnya. Terlebih di tengah suasana pandemi seperti saat ini, diharapkan ajang tersebut mampu memberikan keberkahan, yang membuat keadaan kedepannya bisa lebih baik.

Meski tidak terlalu membebani para kafilah dengan target juara yang muluk atau semacamnya, Ning Ita tetap berharap agar tahun depan terdapat kafilah dari Kota Mojokerto yang menjadi perwakilan Jatim untuk MTQ tingkat nasional. Untuk itu pihaknya meminta kerja sama dari berbagai pihak untuk berkomitmen mengupayakan hal tersebut.

Sementara itu, Aurelya, salah satu peserta MTQ cabang lomba Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ) juga mengakui bahwa memang tidak ada tekanan dari pendamping atau pembina untuk bisa meraih juara tertentu. Namun yang lebih ditekankan adalah bagaimana untuk bisa berusaha menampilkan yang terbaik.

Para Kafilah asal Kota Mojokerto-jen

“Saya dan teman setim MSQ tidak ditarget harus juara berapa. Yang penting harus bisa melakukan maksimal dan terbaik. Kalo dari pribadi ya semoga bisa masuk 6 besar,” terang sosok yang tengah duduk di kelas X, SMAN 2 Kota Mojokerto tersebut.

Sebagai informasi, berdasarkan data dari Kabag Kesra, Iwandoko, selain 30 kafilah, dalam kontingen juga terdapat 8 pendamping, 2 pembina, dan 2 official. Total 42 orang tersebut akan berada di Pamekasan selama 10 hari.

Pada acara pemberangkatan, juga turut dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Para Kabag di Lingkungan Sekda Kota Mojokerto, dan Kepala Kementerian Agama Kota Mojokerto. (El/an)

 

Print Friendly, PDF & Email