Ning Ita bersama Ani Wijaya saat melakukan audiensi dengan pedagang Benpas-zan

Kota Mojokerto-GEMA MEDIA: Kelompok pedagang Benpas (Benteng Pancasila) dan Eks-JS (Joko Sambang) kembali mendapat kesempatan untuk menuangkan “uneg-uneg”  mereka kepada Ning Ita, sapaan akrab Walikota Mojokerto. Kali ini (Jumat, 22/10/2021), audiensi diadakan selepas kegiatan “Jumat Legi Bersih-Bersih” yang merupakan program inisiasi dari Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag).

Pada kesempatan tersebut, perihal utama yang mendapat sorotan dari para pedagang diantaranya terkait lahan parkir dan pelaksanaan car free day.

Mengenai lahan parkir, Musliman, salah satu perwakilan pedagang menyayangkan kurangnya lahan parkir bagi pengunjung Benpas.

Ning Ita dan Ani Wijaya saat menuju Taman Benpas dalam program jumat legi bersih-bersih-sandi

“Beberapa waktu lalu ada pihak dari ITS, mereka mengatakan penampilan wisata Benpas ini lebih baik dibanding beberapa tempat di daerah lain, dan saya sepakat tentang itu. Namun, yang disayangkan, tempat sebagus ini; sebesar ini, lahan parkirnya kurang memadai”, jelasnya.

Diakui memang, belakangan semakin banyak tempat-tempat yang mengalami revitalisasi oleh Ning Ita, tidak terkecuali taman Benpas. Pasca mengalami sejumlah perbaikan, Benpas menjadi semakin bersih, nyaman, serta menarik. Hal tersebut otomatis meningkatkan animo masyarakat untuk berkunjung ke area benpas. Banyaknya pengunjung, terutama di akhir pekan/ hari libur inilah yang kemudian menimbulkan persoalan baru, yaitu perihal lahan parkir.

para pedagang yang sedang berdialog dengan Walikota-zan

Menanggapi hal tersebut, Ning Ika sangat menyadari kekurangan yang ada, sehingga pihaknya juga masih berusaha untuk menangani persoalan tersebut.

“Salah satu opsi untuk mengubah lahan sebelah rel sebagai taman dan lahan parkir juga akan kami pikirkan. Selain itu banyaknya PKL di sepanjang sisi jalan benteng pancasila juga akan kami coba lakukan penataan, karena seringkali juga menimbulkan kerumunan pembeli yang akhirnya mengganggu lalu lintas”, terang Ning Ika.

 

Sementara terkait car free day, Bedi selaku ketua penyelenggaraan car free day, menyampaikan bahwa banyak pihak yang mulai meminta diselenggarakan kembali car free day. Menurutnya car free day juga bisa meningkatkan kunjungan masyarakat, sehingga penyelenggaraannya sejalan dengan kehendak pemkot untuk meningkatkan pariwisata di Kota Mojokerto.

Ning Ita pun turut menyetujui perihal car free day sebagai salah satu wahana menarik wisatawan. Akan tetapi pihaknya melihat penyelenggaraan kembali car free day untuk saat ini masih belum memungkinkan dan terlalu banyak risiko.

Terlebih beberapa waktu lalu Kota Mojokerto baru saja dinyatakan termasuk dalam PPKM Level 1, yang artinya semua sektor, termasuk wisata sudah diijinkan untuk kembali dibuka. Pembukaan berbagai sektor ini pun harus dengan penerapan prokes ketat, termasuk melakukan verifikasi melalui aplikasi Peduli Lindungi.

 

“Berbagai tempat umum di lingkungan pemkot sudah jalan, karena memang kondisinya memungkinkan. Tapi bagaimana dengan Benpas? Sulit untuk bisa benar-benar menerapkan prokes, karena saking banyaknya pengunjung dan luasnya area. Saya tidak mau kalau kita kemudian malah kembali naik level, tidak level satu lagi. Nah, itu yang berat “, ungkap Ning Ita dengan tegas.

Mendengar penjelasan tersebut, para pedagang nampak mengiyakan dan berkomitmen untuk turut mendukung ketentuan yang telah ditetapkan pemkot demi kebaikan bersama. Di penghujung acara, para pedagang yang hadir juga mendapat kesempata berfoto bersama dengan Ning Ita dan sejumlah pegawai Diskopukmperindag.(El/an)

 

 

Print Friendly, PDF & Email