Walikota Mojokerto saat mengukuhkan anggota pokdarwis-rafi

Kota Mojokerto-GEMA MEDIA : Gayung bersambut dengan Pembangunan pariwisata di Kota Mojokerto. Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Mojokerto menyelenggarakan Pengukuhan dan Pelatihan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) se-Kota Mojokerto, senin 18/10/201.

Pengukuhan oleh Walikota Mojokerto Ika Puspitasari yang dilanjutkan pelatihan bertempat di Pendopo Sabha Kridatama Rumah Rakyat Kota mojokerto berlangsung selama 3 hari. Secara bergantian diikuti oleh Pokdarwis Kelurahan di wilayah kecamatan Magersri, Kecamatan Kranggan dan Kecamatan Prajuritkulon

Walikota Mojokerto saat memberikan santunan kepada anak yatim-rafi

Novi Rahardjo Kepala Disporapar Kota Mojokerto menyampaikan, setelah melakukan rapat virtual bersama dengan Menteri Pariwisata, ada dua hal yang perlu ditindaklanjuti, diantaranya : Membentuk program OK OCE (One Kecamatan One Center For Entrepreneurship) dan Pokdarwis di setiap Kelurahan. “Ini menjadi tanggungjawab bersama dimulai dari mengelola, memajukan dan memainkan”katanya.

“Jangan memandang pariwisata dalam arti sempit, akan tetapi pariwisata dalam mewujudkan kesenangan raga, jiwa dan hati”lanjutnya.
Dua instrument tersebut merupakan penghubung pembangunan pariwisata berbasis sejarah dan budaya di Kota Mojokerto.

dari kiri : Narasumber, Walikota, Kadisporapar dan Camat Magersari-rafi

Ning Ita, sapaan akrab Walikota Mojokerto juga menyampaikan bahwa Kota Mojokerto mulai membangun infrastruktur yang berbasis sejarah dan budaya dengan desain nuansa Mojopahitan. Contohnya pendopo Sabha Kridatama,Pendopo Sabha Mandala Tama dan pendopo Sabha Mandala Madya yang ada di Pemkot Mojokerto. “Selama ini kita belum punya pendopo dan saat ini sudah diupayakan dan dapat difungsikan sebagai gedung serbaguna baik instansi pemerintah daerah maupun instansi vertikal” terangnya.

Walaupun situs-situs berada di Trowulan, bukan berarti kita tidak bisa berbuat apa-apa” tandasnya. Namun kita bisa menghadirkan nuansa kerajaan Mojopahit di kota Mojokerto, karena kejayaan jaman Mojopahit pada abad 13 ada di kota Mojokerto.

Pembangunan infrastruktur tempat publik yang sudah berjalan, seperti Taman Benteng Pancasila, Taman kehati yang dilengkapi dengan panggung yang bisa digunakan untuk pentas seni karena sudah dilengkapi dengan tempat duduk walau kapasitas terbatas.
Kemudian fasilitas yang sudah dibangun dengan dana CSR seperti Jembatan Gajahmada, Jembatan di Jl.Brawijaya, Jembatan di Jl. Pahlawan semuanya berciri khas Mojopahitan.
Demikian juga dengan Pemandian Sekarsari yang dilengkapi dengan menara Tribuana Tungga Dewi dengan seribu lampu led warna-warni terlihat indah di malam hari.

Pokdarwis saat dikukuhkan oleh Walikota Mojokerto-rafi

Kemudian di Rumah Rakyat juga rutin setiap bulan ada pameran bersejarah yang berganti-ganti tema, sepertihalnya panji Mojopahit yang sampai saat ini masih bertahan sampai pada bulan Nopember karena masih bulan Mojopahit.
Dalam agenda ini hadir pula Camat Magersari Mujari dan Narasumber dari Universitas Brawijaya. Pada kesempatan tersebut, Ning Ita menyerahkan bantuan kepada beberapa Anak yatim non panti.(rati/an)

Print Friendly, PDF & Email