Pemusnahan barang bukti di halaman kejaksaan negeri Kota Mojokerto-zan

Mojokerto-GEMA MEDIA : Hari ini (selasa, 12/10/2021) Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto telah melaksanakan eksekusi pemusnahan barang bukti dari  86 perkara.  Dari jumlah perkara tersebut  barang bukti yang dimusnahkan berupa Narkotika  jenis shabu sebanyak 400,156 gram; Pil double L sebanyak  9.429 butir  ; Ganja sebanyak 1.388,09 gram; Pil Ekstasi sebanyak  3 butir ; HP sebanyak  14 unit; Timbangan elektronik sebanyak 27 unit.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto Dr.Agustinus, SH,MH,Li menjelaskan, eksekusi barang bukti yang dirampas dan dimusnahkan ini berdasarkan putusan Pengadilan Negeri Mojokerto yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Pada bulan Maret 2021 lanjutnya, juga telah melaksanakan  Penjualan Langsung terkait dengan Barang Bukti yang dirampas untuk Negara berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Kota Mojokerto dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 13/PMK.06/2018 tanggal 8 Februari 2018 tentang Lelang Benda Sitaan, Barang Rampasan Negara, atau Benda Sita Eksekusi yang berasal dari Kejaksaan Republik Indonesia sebanyak 67 (enam puluh tujuh) Handphone dan 2 (Dua) Sepeda Motor serta telah disetor ke Kas Negara sebesar Rp17.754.500,-(Tujuh Belas Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Empat Ribu Rupiah).

Selanjutnya pada awal bulan Oktober, juga telah melaksanakan Penjualan langsung kembali terkait dengan Barang Bukti yang dirampas untuk Negara berupa Handphone sebanyak 35 (tiga puluh lima) dan telah disetorkan ke Kas Negara sebesar Rp.13.250.100 (tiga belas juta dua ratus lima puluh ribu serratus rupiah) serta terdapat perkara Tindak Pidana Pencucian Uang dengan dengan Barang Bukti Berupa Tanah dan Bangunan seluas 98M2 dengan harga limit Rp321.130.000,- (tiga ratus dua puluh satu juta seratus tiga puluh ribu rupiah) dirampas untuk negara berdasarkan putusan Pengadilan sampai putusan MA.

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto-zan

Namun tidak dilelang melainkan Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto mengajukan Penetapan Status Penggunaan (PSP) yang didasarkan Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 8/PMK.06/2018 tanggal 22 Januari 2018 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara yang Berasal dari Barang Rampasan Negara dan Barang Gratifikasi, yang kemudian telah terbit Salinan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor: 55/KM.6/WKN.10/KNL.01/2021 tanggal 30 Juni 2021 tentang Penetapan Status Penggunaan Barang Milik Negara Pada Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto pada tahun 2021 juga telah menyetorkan Barang Bukti yang dirampas untuk Negara berupa Uang yang didasarkan pada putusan Pengadilan Negeri Mojokerto yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap untuk disetorkan ke Kas Negara selama tahun 2021 sebesar Rp8.575.000,- (delapan juta lima ratus tujuh puluh lima ribu rupiah).

aksi bersama pemusnahan barang bukti-zan

“Maksud pemusnahan Barang Bukti yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap untuk memberikan kepastian hukum dan harapan untuk memberikan efek jera kepada pelaku tindak pidana yang berada daerah hukum Kota Mojokerto”tandasnya.

Pemusnahan barang bukti ini disaksikan oleh Walikota Mojokerto, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto, Hormati Ketua Pengadilan Mojokerto, Polresta Mojokerto Kota, Lembaga Pemasyarakatan Mojokerto, Rubasan Mojokerto,BNN Kota Mojokerto dan Dinas Kesehatan Kota Mojokerto.

Secara terpisah Walikota Mojokerto Ika Puspitasari saat diwawancarai awak media menyampaikan, apresiasi kepada Kejaksaan, Polresta, Pengadilan dan BNN atas kegiatan bersama-sama dalam memberantas penyalahgunaan Narkoba khususnya.

Melihat barang bukti yang dimusnahkan sebagian besar adalah Narkoba dengan berbagai jenisnya, menunjukkan bahwa peredaran penyalahgunaan Narkoba  di Kota Mojokerto dan sekitarnya masih cukup besar.

“Maka saya berpesan  kepada masyarakat khususnya para orangtua  agar menjaga keluarganya, putra-putrinya, yang memiliki anak remaja, bahwa mereka harus kita pantau betul siapa yang menjadi teman pergaulan putra-putri kita. Karena dari pergaualan inilah yang menjadi potensi terbesar generasi penerus bangsa terpapar penyalahgunaan narkoba” terangnya. (an)

 

 

Print Friendly, PDF & Email