dari kanan : Sekdakot, Narasumber, Walikota dan Kepala Bappedalitbang-jen

Mojokerto-GEMA MEDIA : Walikota Mojokerto Ika Puspitasari targetkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bisa naik mencapai diatas 80 yaitu sangat tinggi.  Tahun 2021 saat ini IPM Kota Mojokerto sudah mencapai 78, 2 kategori tinggi sesuai dengan RPJMD. Demikian disampaikan Walikota Mojokerto saat Rakoor membahas strategi peningkatan IPM di Kota Mojokerto, senin 11/10/2021 .

Menurut Ning Ita sapaan akrab Walikota Mojokerto, target IPM sebagaimana yang tertuang dalam RPJMD sampai dengan tahun 2023  mencapai 78,2 memang sudah mencapai target, namun melihat adanya potensi-potensi sumber daya yang ada baik sumber daya manusia maupun sumber daya anggaran dan yang lainnya, masih sangat dimungkinkan dapat tercapai nilai sangat tinggi.

“Jadi kalau target di RPJMD di akhir tahun 2023  angkanya 78,6. Maka kalau kita seriusi dan kita kawal betul dengan program kegiatan yang ada IPM kita bisa mencapai diatas 80 kategori sangat tinggi” tegas Ning Ita.

Ning Ita menyebut indikator lain yang nenjadi perhatian adalah indek reformasi birokrasi. Dari 8  komposit, ada yang sampai saat ini tidak mengalami peningkatan adalah nilai Sistem Ankutabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP).

Ning Ita berharap agar  nilai SAKIP bisa meningkat menjadi “BB”, sebab selama 7 tahun berturut-turut nilai SAKIP Kota Mojokerto masih stagnan pada nilai “B”. hal ini terkait dengan isian data yang kemungkinan tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Yang terjadi adalah kegiatan sudah kita lakukan, namun tidak kita laporkan. Dan ini kelemahan pada pelaporan masih belum sesuai dengan  seharusnya yang kita lakukan” terang  Ning Ita.

Masalah pertumbuhan ekonomi,Ning Ita menyampaikan bahwa  pada kondisi pandemi dua tahun terakhir ini nilai export meningkat.  Salah satu contohnya adalah rokok, 4 pabrik rokok di Kota Mojokerto justru di saat pandemic mengalami peningkatan exspor ke Malaysia dan rutin setiap bulan dengan omset 3 miliar rupiah lebih.

Untuk sektor UMKM lanjutnya, sudah mulai berproduksi  setelah adanya penutupan PSBB, dan jelang akhir tahun ini sudah mulai produksi.

Rakoor strategi peningkatan IPM di Kota Mojokerto tahu 2021

Rakoor yang dipimpin oleh Agung Moeljono S, Kepala Bappeda Litbang Kota Mojokerto dengan Narasumber Profesor Dr.Ignitia Martha Hendrati, SE,ME  yang akrab dipanggil Martha, diikuti pimpinan OPD, bertempat di Gedung Madala Madya.

 

Martha menjelaskan, ukuran keberhasilan suatu daerah dilihat dari capaian IPM-nya. Dan ini berlaku di seluruh dunia termasuk Indonesia, karena IPM merupakan hak dasar bagi manusia. Hak dasar itu harus dicukupi dan dilindungi oleh Aparatur  Sipil Negara.

IPM dibentuk oleh 3 dimensi dasar yakni, umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan dan standar hidup layak.

Penghitungan IPM menurut paradigma baru, meliputi usia harapan hidup yang sehat, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah , dan 96 komoditas Purchasing power parity (PPP) yaitu pengeluaran perkapita disesuaikan.

Sesuai dengan misi pertama yaitu Mewujudkan SDM berkualitas melalui melalui peningkatan akses dan kualitas pendidikan dan pelayanan kesehatan, maka komponen yang harus ditingkatkan antara lain Meningkatnya kualitas dan akses pendidikan, Meningkatnya kualitas Dan Akses Kesehatan, dan Meningkatnya daya beli masyarakat.

Pimpinan OPG saat mengikuti rapatkoordinasi-jen

Khusus strategi bidang pendidikan menurut Martha beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain, Meningkatkan akses dan kualitas layanan PAUD; Melaksanakan Wajib Belajar, 12 Tahun dengan melanjutkan upaya untuk memenuhi hak seluruh penduduk mendapatkan layanan pendidikan dasar sembilan tahun berkualitas; Percepatan penyesuaian pelayanan pendidikan di era normal baru; Meningkatkan profesionalisme, kualitas, dan
akuntabilitas guru dan tenaga kependidikan; Meningkatkan budaya gemarmembaca; Meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan; Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga.

Oleh karenanya  Martha berpesan, sangat penting meningkatkan kapasitas dan kapabilitas masyarakat sehingga bisa menghasilkan sesuatu dan juga mampu memiliki daya beli yang seimbang, jelas Guru besar  UPN Surabaya ini.

Turut hadir dalam Rakoor kali ini, Asisten Walikota Mojokerto, staf ahli dan Sekdakot serta pimpian OPD. (an)

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email