Mojokerto – GEMA MEDIA ; Dalam rangka menciptakan Pondok Pesantren ramah anak guna mendukung komitmen Pemerintah Kota Mojokerto menjadi Kota Layak Anak (KLA). Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Kota Mojokerto menggelar sosialisasi pesantren ramah anak dengan mengundang seluruh pengelola Pondok Pesantren yang ada di Kota Mojokerto. Selasa (21/9/2021) pagi, di ruang pertemuan DinsosP3A, Jl. Benteng Pancasila, No. 25 Kota Mojokerto.

Sosialisasi Pondok Pesantren Ramah Anak-dit

Menurut Choirul Anwar selaku Kepala DinsosP3A Kota Mojokerto, seyogyanya Pondok Pesantren haruslah menjadi tempat belajar yang aman dan nyaman bagi para santri, tanpa adanya kekerasan dan perundungan.

“Kami ingin santri ini senang belajar di pondok, berah di pondok, bahkan pondok ini harus menjadi tempat yang dirindukan oleh para santri” ungkpanya.

Lebih lanjut menurut Anwar, meski belum ditemukan aduan terkait kekerasan dalam pondok pesantren, ia berharap acara ini mampu menjadi langkah preventif untuk mencegah terjadinya hal tersebut.

Para santri ikuti sosialisasi ramah anak-dit

“Alhamdulillah di Kota Mojokerto ini kan ada 20 Pondok Pesantren besar dan kecil, menurut pengamatan kami masih aman, tidak pernah ada kasus kekerasan, namun ini sebagai langkah preventif kami” jelasnya.

Acara ini setidaknya dihadiri oleh 20 pengelola pondok pesantren se Kota Mojokerto, dengan menghadirkan Narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur, Hari Chandra, dan Kementerian Agama Kota Mojokerto Dra. Neny Mediawati. Serta ditutup dengan penandatanganan komitmen Pondok Pesantren Ramah Anak oleh seluruh peserta. (dit/an)

Print Friendly, PDF & Email