Kabid PIK Diskominfo (tengah) dan Narasumber-wir

Mojokerto – GEMA MEDIA : Beredarnya berita bohong, palsu, fitnah atau hoaks, yang menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat, telah dianggap sebagai informasi atau berita yang benar akibat masifnya berita hoaks itu. Sementara, masyarakat juga tidak memiliki pengetahuan dan sumber yang cukup, untuk membedakan informasi atau berita yang diperolehnya benar atau salah.

Oleh karena itu melalui Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kota Mojokerto diharapkan mampu menangkal beredarnya berita hoax yang meresahkan masyarakat, bahkan dapat memecah belah persatuan bangsa. Terlebih lagi dalam masa pandemic saat ini tidak sedikit bermunculan berita hoax terkait Covid-19 yang beredar di media sosial, dan masyarakatpun dengan mudah meyakini kebenarannya.

Untuk ini Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Mojokerto selaku instansi Pembina menggelar kegiatan pembinaan dan pelatihan cara penyebaran informasi bagi KIM se-Kota Mojokerto, selasa 31/8/2021.

KIM Kota Mojokerto, -wir

Kabid Pelayanan Informasi dan Komunikasi Diskominfo Kota Mojokerto Tri Wahjuni Setyaningsih pada kesempatan ini menjelaskan, bahwa jumlah KIM di Kota Mojokerto yang dinilai masih exsis sebanyak 14 lembaga menyebar di berbagai Kelurahan. KIM yang dibentuk oleh dan untuk masyarakat berdasarkan SK Lurah dimana KIM itu berada. Ia berharap agar KIM lebih aktif lagi dan lebih optimal  dalam perannya serta lebih cerdas dalam mengelola media sosial.

Pelatihan kali ini menghadirkan Narasumber dari Diskominfo Provinsi Jawa Timur Eko Setyawan, yang menjelaskan tentang cara mendeteksi berita hoax, serta peran KIM dalam Desiminasi Informasi Pemerintah.

“Untuk menemukan berita hoax, silakan cek  turnbacckhoax.id atau cekfakta.com atau lapor ke aduankonten.id”, jelas Eko.

KIM Kota Mojokerto sebagai Peserta-wir

Sementara itu Ayu Fitiria, Narasumber dari Indonesia Indicator memberikan materi tentang cara bermedia sosial yang cerdas. Sekaligus dibarengi dengan praktek langsung cara mengetahui medsos / face books page atau personal yang akan digunakan untuk penyebaran informasi bagi kelompoknya

.Setelah paparan kedua narasumber dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Pada kesempatan tersebut KIM juga berharap agar KIM  di Kota Mojokerto dapat dianggarkan dari Dana Kelurahan seperti halnya daerah Kab/kota Lainya di Jawa Timur guna menunjang kegiatan KIM dalam rangka penyebaran informasi di wilayah Kelurahan masing-masing.(an)

Print Friendly, PDF & Email