Walikota Mojokerto saat membuka pelatihan akutansi yang amanah-jen

Mojokerto – Gema Media ; Guna meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola Koperasi di Kota Mojokerto, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) mengadakan Pelatihan Akuntansi Lanjutan bagi pengurus Koperasi, yang dibuka oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari. Bertempat di Ruang Rapat New Djimbaran Resto, Jl. Raya By Pass, Km. 50 Kota Mojokerto. Senin (14/6).

Dalam kesempatan tersebut Ning Ita sapaan akrab Wali Kota menggaris bawahi dua poin penting yang harus dilakukan oleh Koperasi, yang pertama terkait Transformasi Digital yang harus dilakukan oleh Koperasi untuk menjawab tantangan di Era Digitalisasi saat ini.

“Artinya koperasi – koperasi yang belum melakukan digitalisasi pengelolaan koperasinya, ini harus segera bertransformasi menuju digitalisasi, jangan lagi yang manual – manual, yang model jaman dulu. ini akan ketinggalan, karena persaingan koperasi ini cukup ketat” ujarnya.

Ika puspitasari, Walikota Mojokerto-jen

Lebih lanjut poin yang kedua, ia mendorong Koperasi untuk mengembangkan ke arah Bisnis Modern, yang mana kecepatan dan kemudahan menjadi tuntutan masyarakat. Ia meminta agar koperasi bisa berfikir lebih luas tidak hanya pada bisnis konvensional yang sudah digeluti selama ini.

Foto bersama walikota, Kadiskopukmperindag kota Mojokerto-jen

“Bisnis modern ini bisa menyasar jenis bisnis lainya yang bisa dikembangkan oleh koperasi, koperasi harus lebih memberikan kecepatan dan kemudahan terkait pelayanan dan pengelolaan, tidak hanya mindsetnya terbatas pada simpan-pinjam, bisa jadi investasi pada bisnis modern , ini masih terbuka peluang yang cukup lebar bagi Koperasi” tegasnya.

 

Untuk itu dengan adanya pelatihan ini ia berharap Koperasi yang merupakan “Soko Guru Perekonomian” di Indonesia yang berbasis ekonomi kerakyatan, dapat memulihkan ekonomi Nasional dan mampu mengangkat Indonesia dari jurang resesi akibat pandemi covid – 19.

 

Saat ini sekitar 200 Koperasi di Kota Mojokerto yang sebagian besar masih dalam keadaan tidak sehat dan masih dalam status pengawasan. Menurutnya ini menjadi PR bersama untuk terus berupaya meningkatkan status dari keadaan yang tidak sehat menjadi Koperasi yang sehat kembali.

 

Sementara Ani Wijaya Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto menjelaskan, pelatihan yang digelar selama 4 hari dari tanggal 14 sampai dengan 17 Juni 2021 ini diikuti oleh 80 pengurus Koperasi yang masing – masing dibagi menjadi 2 gelombang.

 

Lebih lanjut kegiatan yang bertujuan untuk memberikan pembinaan bagi Koperasi yang ada di Kota Mojokerto ini juga merupakan upaya untuk melakukan pengawasan.

“Untuk itu kali ini kami mengundang Drs. Joko Rokhani Sanjaya dan Moh. Faisol Chusni M.Si dari LDP Garuda Mitra Sukses Situbondo untuk menjadi Narasumber pada Pelatihan Akuntansi Lanjutan bagi pengurus Koperasi kali ini. Ini merupakan wujud dari Pemkot Mojokerto guna meningkatkan kompetensi dan profesionalitas seluruh pengurus Koperasi yang ada di Kota Mojokerto” pungkasnya. (dit/an)

Print Friendly, PDF & Email