walikota Mojokerto saat mendekati salah satu disabilitas saat mengambil bantuan sembako-jen

Mojokerto-GEMA MEDIA: Disabilitas merupakan seseorang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi.

Menjelang hari raya idul fitri 1442 H, Pemerintah Kota Mojokerto melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) kota Mojokerto memberikan bantuan berupa sembako kepada 300 orang penyandang disabilitas.

Bantuan sembako yang berisi beras, gula, me, dan minyak goreng  diambil sendiri oleh difabel  di pendopo rumah rakyat, rabu 28/4/2021.  Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan mereka tertib bergantian sesuai dengan nomor urut kehadiran.

Walikota saat ngobrol dengan panitia dan penerima manfaat-jen

Walikota Mojokerto Ika Puspitasari juga hadir dalam penyerahan tersebut guna memberikan semangat dan motivasi bagi para difabel ini. Dengan kehadiran orang nomor satu di Pemkot ini tentu merupakan energy bagi saudara-saudara kita yang mengalami keterbatasan.

Heru setyadi Plt. Kadinsos P3A  didampingi Arifaini Yahya Kabid. Pelayanan dan Rehabiitasi Sosial menyampaikan, bantuan yang diberikan tahun ini untuk  mereka yang tidak mendapatkan  bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan lain baik dari Provinsi maupun dari pusat.

disabilitas saat memberikan tanda tangan pada absen kehadiran -jen

“Jumlah disabilitas di Kota Mojokerto hampir 600 orang, yang 300 orang kali ini yang tidak mendapatkan bantuan dari program lain. Seperti PKH, BST dan bantuan lainnya baik dari Provinsi maupun dari Pusat” terang Heru.

Selain itu lanjut Heru, ada bantuan bagi disabilitas kategori berat yakni Orang Dalam Kecacatan (ODK) Berat. Untuk ini sebanyak 43 orang ODK berat menerima bantuan dari Provinsi sebesar 900 ribu rupiah yang diberikan setiap 3 bulan sekali dan 15 ODK berat  dapat bantuan dari APBD Kota Mojokerto sebesar 1 juta 500 ribu rupiah setiap 3 bulan sekali atau 500 ribu rupiah/bulan.

“Selain bantuan sembako untuk Disabilitas, Dinsos juga merealisasikan bantuan yang sama bagi tukang becak, sedang untuk anak yatim non panti bantuan uang tunai sebesar 1 juta rupiah/tahun dan untuk  lansia sebesar 500 ribu rupiah/tahun” pungkas Heru. (an)

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email