M.Irwanto tersangka pembunuham terapis sedang reka ulang-jen

Mojokerto- GEMA MEDIA: Polresta Mojokerto gelar reka ulang kasus pembunuhan terapis rumah pijat di Jalan Raya Desa Mlirip, Jetis, Mojokerto. Pada reka ulang tersebut, jaksa meminta penyidik memeriksakan kejiwaan tersangka.

Rekonstruksi digelar di rumah pijat Berkah. Di tempat inilah Ambarwati alias Santi (44), salah seorang terapis di rumah pijat tersebut dihabisi pelanggannya, M Irwanto (25) pada Kamis (4/2) siang.

Pria asal Dusun/Desa Wuluh, Kecamatan Kesamben, Jombang itu memeragakan 30 adegan dalam reka ulang. Sebanyak 22 adegan diperagakan di rumah pijat Berkah. Sedangkan adegan lainnya di beberapa tempat berbeda.

“Adegan krusial saat tersangka membunuh korban mulai adegan 15 sampai 23,” kata Kapolres Mojokerto Kota AKBP Deddy Supriadi kepada wartawan di lokasi reka ulang, Rabu (10/3/2021).

Ia memastikan, tidak ada fakta baru yang ditemukan dari reka ulang. Semua adegan yang diperagakan selama rekonstruksi sesuai keterangan tersangka, para saksi dan barang bukti.

“Reka ulang ini untuk memberikan deskripsi tentang terjadinya tindak pidana pembunuhan tersebut. Di samping itu untuk menguji kebenaran keterangan tersangka maupun saksi-saksi,” ujar Deddy.

Jaksa turut hadir dalam gelar reka ulang Polresta-jen

Motif pembunuhan sadis tersebut, kata Deddy, juga tetap sama. Yaitu tersangka tidak mempunyai uang untuk membayar jasa pijat plus yang diberikan korban.

“Motifnya sesuai keterangan awal, tersangka membunuh karena tak punya uang untuk membayar jasa pijat dari korban yang nilainya Rp 300 ribu,” tegasnya.

Jaksa penuntut umum (JPU) yang akan menyidangkan kasus ini, Muhammad Fajarudin juga menyaksikan langsung reka ulang tersebut. Jaksa yang juga menjabat Kepala Sub Seksi Penuntutan Tipidum Kejari Kabupaten Mojokerto ini menuturkan, fakta-fakta hasil rekonstruksi akan menjadi salah satu bahan untuk meneliti bukti formal dan material yang disuguhkan penyidik.

“Kami belum menerima berkas perkara dari penyidik. Jika sudah diserahkan ke kami, berkas kami teliti bukti formal dan materialnya apakah layak dilimpahkan ke pengadilan atau tidak. Kalau sudah terpenuhi, akan segera kami limpahkan ke pengadilan,” terangnya.

Fajarudin menilai, motif tersangka membunuh terapis rumah pijat tersebut kurang meyakinkan. “Sementara ini tidak ada motif lain, pelaku tidak mau membayar jasa terapis. Kami memang agar lebih menggali motif yang menurut kami kurang meyakinkan. Mungkin ada motif-motif yang lain, misalnya perkataan korban yang tidak mengenakkan,” jelasnya.

Ia juga meminta penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota agar memeriksakan kondisi kejiwaan tersangka. “Semua pelaku perkara pembunuhan wajib dites kejiwaannya. Karena banyak perkara terdahulu pelaku-pelaku yang ternyata mempunyai riwayat gangguan kejiwaan. Untuk menghindari celah tersangka mengelak dengan mengaku gangguan jiwa,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, Irwanto disangka dengan pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana dan pasal 351 ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan yang Mengakibatkan Korban Luka Berat. Hukuman mati atau penjara seumur hidup sudah menantinya.(jen/an)

 

 

Print Friendly, PDF & Email