Walikota menghadiri Haul KH Achyat Halimy secara virtual-jen

MOJOKERTO-GEMA MEDIA:  Haul Al-Maghfurlah Ke 30 KH Achyat Halimy berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di tengah wabah pandemi covid-19 Haul Pendiri Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin    ini digelar secara virtual  di dua tempat.  Di Pendopo Rumah Rakyat Jalan Hayam Wuruk No 50 yang di hadiri oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Mojokerto.

Sedangkan yang  digelar di Pondon Pesantren Sabilul Muttaqin, Jalan KH. Wachid Hasyim No 30, Kecamatan Magersari Kota Mojokerto yang dihadiri KH. Khusain Ilyas, Ketua PWNU Jawa Timur KH.Marzuki Mustamar.

Kharisma pejuang pendiri Laskar Hizbullah di Kota Mojokerto, merupakan salah satu pejuang merebut kemerdekaan. Haul ini untuk mengenang jasa-jasa beliau  sampai saat ini yaitu kemerdekaan, Hal itu diucapkan anak KH. Achyat Halimy yang bernama KH. Mutoharun Hafidz selaku  pengasuh pondok pesantren Sabilul Muttaqin.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia dan Pemerintah Kota Mojokerto atas terselanggarnya Haul Al-Maghfurlah Ke-30 KH Achayat Halimy,” tuturnya.

Walikota Mojokerto saat memberikan sambutan-jen

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam sambutannya mungucapkan, Haul Al-Maghfurlah KH Achyat Halimy yang di adakan sercara virtual ini merupakan salah satu cara dengan tanpa mengurangi kekhusyukan dan substansi dalam silaturahmi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Saya atas nama Pemerintah Kota Mojokerto mengapresiasi kepada seluruh panitia penyelenggara, sebagai bentuk penghormatan kebanggan kepada beliau yang merupakan salah satu tokoh agama sekaligus tokoh nasional yang menjadi kebanggan warga Mojokerto Raya,” ucapnya.

Lebih lanjut, banyak hal yang harus di teladani, banyak hal yang ditinggalkan untuk dijaga dan diteruskan sebagai bentuk jariah yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat saat ini, seperti lembaga pendidikan, lembaga kesehatan.

“Namun yang paling penting adalah bagaimana sosok Kyai Achyat Chalimi ketika muda sudah menjadi pejuang yang menggerakkan Hisbullah untuk mengusir penjajah,” tegasnya.

Walikota, wakil walikota dan Kapolresta mengikuti Haul secara virtual-jen

Wali Kota perempuan pertama di Kota Mojokerto itu menambahkan, ini adalah keteladanan bagi kita semua, namun berbagai bentuk peninggalan yang mempunyai kemanfaatan sampai saat ini yang terus dirasakan oleh masyarakat.

Pandemi memang merubah semuanya salah satunya merubah pembelajaran/pendidikan di Pesantren- pesantren sebagai salah satu lembaga untuk memberikan ilmu dan kepemahaman kepada mereka calon penerus bangsa, baik dari segi ilmu dunia maupun ilmu akhirat.

“Saya berpesan kepada anak anakku yang dipesatren untuk terus semangat belajar untuk semangat memperdalam ilmu agama untuk menjadi generasi penerus bangsa yang bisa mempunyai keahlian juga pengetahuan yang luas baik itu ilmu sosial maupun ilmu agama,” pungkasnya. (Jen/an)

 

 

Print Friendly, PDF & Email