Walikota kunjungi pelaksanaan vaksin kedua suntikan dosis pertama -jen

MOJOKERTO – GEMA MEDIA ; Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita meninjau pelaksanaan Vaksinasi Covid – 19 tahap dua pemberian dosis pertama di Puskesmas Pembantu (Pustu) Balongsari Jagalan gang 3, No. 12 Kota Mojokerto. Sekitar 50 tenaga pendidik dibawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kota Mojokerto menjadi salah satu prioritas utama penerima vaksin tahap kedua yang menerima vaksin sinovac di Puskesmas tersebut. Rabu (24/2/21).

 

Ning Ita tiba di Pustu Balongsari sekitar pukul 08.30 WIB. Tidak sendiri, Ning Ita terlihat didampingi Gaguk Tri Prasetyo Kepala Dinas Kominfo Kota Mojokerto selaku Person In Charge (PIC) Komunikasi Publik Vaksinasi Covid – 19 Kota Mojokerto,  drg. Maria Poeriani Soekowardani selaku Plt Kepala Dinkes Kota Mojokerto, dan Amin Wachid selaku Kepala Dispendikbud Kota Mojokerto meninjau satu persatu meja pelaksanaan vaksinasi, mulai dari pendaftaran, skrining hingga tempat penyuntikan vaksin.

Vaksinator telah memberikan suntikan dosis pertama kepada penerma vaksin tahap dua-jen

Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita berpesan kepada para tenaga pendidik untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 pada siswa saat pembelajaran tatap muka yang berlangsung mulai 1 maret 2021 nanti.

 

“Saya berpesan, agar para pendidik tetap mengawasi dan mengingatkan kalau ada siswa nya yang bergerombol atau melanggar protokol kesehatan, apalagi siswa SD, mohon diingatkan betul.” Tutur Ning Ita.

Walikota didampingi Kadikbud dan tim saat kunjungan vaksin tahap dua-jen

Ia ingin agar seluruh tenaga pendidik yang ada di Kota Mojokerto aman dari Covid-19, mengingat tenaga pendidik akan berinteraksi langsung dengan anak didik khususnya SD dan SMP yang termasuk kategori rentan.

“Harapan kami dengan adanya vaksinasi yang diprioritaskan bagi tenaga pendidik ini, kedepan proses belajar mengajar secara tatap muka untuk tahun ajaran baru 2021 – 2022 bisa lebih aman, seluruh orangtua juga tidak ada kehawatiran lagi ketika pembelajaran tatap muka sudah dilaksanakan secara masif.” Jelas Ning Ita. (dit/nop)

 

 

Print Friendly, PDF & Email