Walikota Mojokerto saat menjalani screening pra vaksin di RSUD-an

MOJOKERTO – GEMA MEDIA : Screening merupakan tahapan yang harus dilalui sebelum melakukan vaksinasi.  Dengan screening untuk memastikan seseorang calon penerima vaksin dalam keadaan sehat atau tidak. Hari ini kamis (21/1/2021) Walikota Mojokerto bersama jajaran Forum  Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) Kota Mojokerto menjalani screening di RSUD Dr.Wahidin Sudiro Husodo.

Walikota Mojokerto Ika Puspitasari  yang disapa Ning Ita, kepada para media menyampaikan, bahwa screening ini dilakukan dalam rangka persiapan vaksinasi. Screening kali ini diikuti oleh jajaran Forkompimda, petugas yang berintereaksi langsung memberikan pelayanan kepada masyarakat termasuk di dalamnya ada  tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan media dan influencer.

Kodim 0815 saat menjalani screening pra vaksin-an

“ kami berharap dari seluruh jajaran yang kami libatkan di tahap pertama yang mendapatkan vaksinasi bisa memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa, vaksinasi ini dalam upaya mengendalikan tingkat keterpaparan covid-19 di seluruh Indonesia termasuk di Kota Mojokerto.” katanya.  Dengan sosialisasi melalui berbagai komunitas yang ada masyarakat akan merasa aman dan tenang bahwa vaksinasi ini aman dan halal. “Vaksinasi ini adalah merupakan ikhtiar yang diberikan oleh Pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat agar kedepan seluruh masyarakat Indonesia dapat terbebas dari terpapar covid-19, terangnya.  Namun demikian, protocol kesehatan tetap dikedepankan dengan 4 M yakni mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Pernyataan ini juga didukung oleh Zainul Muktamar perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiah Kota Mojokerto yang turut hadir mengikuti screening tersebut. Ia berpesan bahwa Vaksinasi covid-19 merupakan ikhtiar dan Tawakal kita kepada Allah SWT. oleh karena itu masyarakat harus siap agar terbebas dari Covid-19.

dari kiri dr. Indro Guwono, Sp.PD dan dr. TusyPungki Hartanto selesai melaksanakan screening-an

Dua dokter yang melaksanakan screening kepada Walikota dan forkompimda yakni, dr.Indro Guwono, Sp.PD dan dr. Tusy Pungki Hartanto. Saat dikonfirmasi dr. Indro menjelaskan bahwa dalam screening pra vaksnasi ini untuk menggali informasi terkait kondisi kesehatan seseorang apakah bisa diberi vaksin atau tidak. “Kita menanyakan riwayat penyitas, ataukah ada penyakit kronis dan penyakit lainnya yang mungkin pernah diderita olehnya” terangnya. Melaui wawancara dan hasil pemeriksaan laborat dan ronsen sebagai penunjang. Lebih lanjut dokter spesialis penyakit dalam ini menuturkan, secara umum seseorang yang tidak layak menerima vaksin adalah mereka yang berusia dibawah 18 tahun dan usia diatas 60 tahun, atau factor-faktor penyakit kronis yang belum terkontrol dengan baik, seperti diabetes, jantung, hipertensi kecuali yang sudah terkontrol dan terkendali bisa diberikan vaksin. Kemudian bagi penyitas covid-19 tidak perlu diberi vaksin lagi karena sudah terbentuk libody karena sudah kebal duluan terhadap covid-19. Dengan vaksinasi dapat memacu terbentuknya antibody tapa sakit bagi seseorang. (an)

 

 

Print Friendly, PDF & Email