Fredly Sihombing (tengah) warga Kedundung yang telah sembuh dari penyakit TBC MDR-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Dalam agenda pertemuan pemangku kepentingan Kelompok Masyarakat Peduli (KMP)TuberCulocis yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Mojokerto, telah disepakati bahwa akan mewujudkan Kota Mojokerto bebas TBC  (Zero TBC) pada tahun 2025.  Forum diskusi yang berlangsung di Hotel Raden Wijaya Kota Mojokerto diikuti oleh para pemerhati dan peduli dari kalangan akademisi, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial,Forum Kota Mojokerto sehat, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat dan para kader TBC serta stake holder terkait, selasa 22/12/2020.

Menurut Tatik Lutfiati Sekretaris PD.Aisyiyah Kota Mojokerto sekaligus Kepala SSR TB Care ‘Aisyiyah Kota Mojokerto, menyampaikan pertemuan kali ini sekaligus sebagai closing kerjasama dengan Gobal fand dalam program PR TBC ‘Aisyiyah. Untuk selanjutnya  diperlukan serangkaian transfer program dan upaya keberlanjutan penanggulangan TBC berbasis komunitas utamanya di Kota Mojokerto.

Pengurus PD.Aisyiyah dan Dinas Kesehatan saat pembukaan-an

“Secara nasional planning Zero TBC dicanangkan pada tahun 2030, kita harapakan Kota Mojokerto bisa lebih awal. Mengingat tingkat partisipasi msyarakat sangat tinggi dalam mendukung program-program pemerintah daerah, utamanya dibidang kesehatan.Dalam pelaksanaan lanjut Tatik, program New Implementation Period (NIP)  SSR TB – HIV ‘Aisyiyah kota Mojokerto Tahun 2020 dibahas beramaan peringatan hari Ibu.

Pada kesempatan tersebut hadir dr.Farida Kabid. P2 Dinas Kesehatan Kota Mojokerto dan staf yang menyampaikan evaluasi kondisi TBC di Kota Mojokerto. Hadir pula Fredly Sihombing warga Kedundung, salah satu penderita TBC MDR yang telah sembuh, dia menceritakan pengalamannya melawan penyakit yang sudah kebal dari obat itu hingga berhasil. Yang intinya adalah disiplin minum obat sesuai petunjuk dokter, motivasi diri untuk sembuh dan dukungan keluarga dan lingkungan.

Terdapat enam area intervensi program  yang akan ditansferkan, satu diantaranya adalah pengembangan jejaring organisasi dan mobilisasi sumber daya dibawah program TBC, termasuk organisasi mantan pasien dan komunitas peduli TBC. Regulasi minimal Perwali dapat diterbikan untuk mendukung legalitas intervensi program dalam mewuudkan Kota Mojokerto zero TBC tahun 2025. Untuk ini PD. Aisyiyah juga memiliki Gerakan ‘ Aisyiyah Sehat (GRASS) yang menjadi payung Gerakan bersama di Organisasi. Program TBC perlu terintegrasi dengan cakupan GRASS disetiap tingkatanya.

foto bersama paska pertemuan stake holders-an

Seiring dengan program penanggulangan TB yang terus diupayakan, agar pada akhir tahun 2020 ini  penurunan angka kematian yang disebabkan oleh TB mencapai 0% dibandingkan dengan pada tahun 2014.

Demikian juga penurunan kasus 15% dibandingkan dengan penurunan kasus pada tahun 2014 yaitu dengan mempercepat penurunan perkiraan insiden dari 1% per tahun menjadi 4% pertahun mulai tahun 2017 dan seterusnya, hal tersebut senada dengan Rencana Strategis Nasional Penanggulangan TB.(dit/an)

Print Friendly, PDF & Email