persiapan luring, tenaga pendidik dan kependidikan jalani rapid test-jen

MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Menghadapi proses belajar mengajar dengan tatap muka yang akan di mulai pekan depan, ada sebanyak kurang lebih 1.881 dari seluruh guru SD maupun SMP Negeri dan swasta di Kota Mojokerto dilakukan rapid test secara bertahap.  Hal tersebut dilakukan, untuk antisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah yang akan dilakukan uji coba pembelajaran secara langsung pada 30 November 2020 nanti. Nampak, sejumlah guru SD melakukan Rapid Test di pos yang disediakan di SDN Miji 2. Kamis, (26/11/2020).

Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto Amin Wachid mengatakan, jika pembelajaran tatap muka yang akan dilakukan di Kota Mojokerto dilakukan berdasarkan arahan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Dimana pada Januari 2020 sudah mulai diberlakukan pembelajaran tatap muka.

“Tapi disarankan untuk kota dan kabupaten agar segera melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Untuk Kota Mojokerto sudah mulai uji coba pembiasaan pembelajaran tatap muka mulai besok 30 November secara terbatas,” ungkapnya saat mengecek langsung pelaksanaan rapid test guru-guru SD di SDN Miji 2.

saat ini giliran SDN Miji 2 para guru dan pegawai sekolah sedang jalani rapid test-jen

Tak sampai disitu, sistem pembelajaran kombinasi yakni gabungan dari daring dan luring tetap memperhatikan izin orangtua para siswa. Selain itu, pihak sekolah harus menyiapkan penyemprotan disinfektan. “Kuotanya perkelas untuk yang SMP diisi 30 persen dari jumlah siswa dan 50 persen untuk yang SD. Rapid test massal sejak kemarin (Rabu, 25 November) juga sudah dilakukan untuk penjaga sekolah dan guru sampai besok,” imbuhnya.

Dikesempatan yang sama,Kepala Sekolah SDN Miji 1 Kota Mojokerto Mei Uminarsih, mengatakan untuk pelaksanaan rapid test di wilayah Kecamatan Kranggan diarahkan pihak Puskesmas di Lingkungan SDN Miji 2 Kota Mojokerto.  “Yang mengadakan Puskesmas, untuk semua guru wilayah Kecamatan Kranggan diarahkan disini, baik guru SD Negri maupun swasta, tesnya disini,” ucapnya.

Bersama Puskesmas Kranggan, para guru dan pegawai sekolah jalani rapid test-jen

Ia menyebut, terkait hasil test semua guru SD Negeri dan swasta bisa langsung mengetahui hasil apakah reaktif atau non reaktif. Jika ada guru yang memiliki hasil reaktif, maka akan langsung dilakukan swab.

“Nanti kalo misal ada yang reaktif langsung di Swab. Abis itu diisolasi  mungkin di rusunawa atau di ruang isolasi rumah sakit,” ujarnya.

Salah satunya, Wali Kelas 2 SDN Miji 2 Kota Mojokerto Diana Surya yang sempat ketakutan saat akan dilakukan rapid test. Ia mengaku, takut jika hasil tes dirinya reaktif sehingga tak bisa bertemu dengan puluhan siswanya yang selama ini hanya bisa melakukan pembelajaran secara daring sejak Maret 2020.

“Takut dobel, karena jarum suntik, takut nanti hasilnya reaktif, tapi senang juga sebentar lagi bisa ketemu anak-anak karena megajar daring kurang greget, ya mudah-mudahan uji pembelajaran bisa lancar,” harapnya. (Jen/an)

Print Friendly, PDF & Email