Walikota bersama tim memantau perkembangan program BRS di Kel.Kranggan-jen

MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Secara simbolis Bantuan Rumah Swadaya (BRS) telah diberikan pada rabu pekan yang lalu. Pada Selasa (27/10) Wali kota Mojokerto Ika Puspitasari dengan didampingi oleh Kepala Dinas PKP Mashudi, Camat Kranggan dan Lurah Kranggan meninjau secara langsung proses pembangunan rumah warga penerima BRS di daerah Pekayon gang 5.

Walikota Mojokerto juga menyampaikan peninjauan ini untuk memantau sejauh mana progres pembangunan telah berlangsung. “Kami ingin melihat bagaimana progres dari pelaksanaan program BRS ini karena kita ketahui sekarang sudah masuk musim penghujan dimana tentu pekerjaan fisik  pasti akan sedikit terganggu, pasti tidak bisa lancar sedangkan waktu pelaksanaan juga semakin sedikit sekarang sudah dipenghujung Oktober,” kata Ning Ita.

Walikota Mojokerto sedang ngobrol dengan warga penerima BRS-an

Ia juga menambahakan, Efektif sisa waktunya tidak ada 2 bulan kami ingin memastikan apakah 52 bangunan tersebut bisa diselesaikan tepat waktu dan apakah ada kendala di lapangan ataupun keluhan-keluhan yang disampaikan oleh penerima bantuan.

Dengan meninjau secara langsung Ning Ita mengatakan bisa mengetahui secara langsung bila ada permasalahan yang tengah dihadapi oleh warga sehingga bisa mengupayakan solusi.

“Dari 100 unit penerima BRS yang paling banyak adalah di Kelurahan Kranggan yaitu 52 unit rumah, 20 unit di Kelurahan Sentanan dan 28 unit di Kelurahan Balongsari, Alhamdulillah sejauh ini semuanya lancar dan  progresnya juga sudah sesuai jadwal yang sudah direncanakan,” ujar petinggi Pemkot Mojokerto Itu.

Dalam kesempatan ini Ning Ita meninjau 4 rumah penerima BRS yaitu rumah milik Kusnul Amalah, Mashudi, Olivia, dan Nur Farida. Ning Ita juga menyampaikan bantuan yang diberikan adalah sebesar 17,5 juta rupiah yang langsung masuk ke rekening penerima bantuan.

Terkait pemanfaatan bantuan yang digelontorkan oleh Pemkot Mojokerto melalui dinas PKP ini Ning Ita menjelaskan bahwa ada Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL) yang akan mengarahkan terkait pengalokasian bantuan dari anggaran tersebut.

“Jadi Insyaallah semua bisa dipastikan sesuai dengan juknis karena ada TFL yang memang sudah mendapatkan pelatihan dan pemahaman terkait juknis tersebut,” terang Ning Ita sapaan akrab Walikota Mojokerto. (Jen/an)

Print Friendly, PDF & Email