Walikota Mojokerto (tengah) didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Ketua Forum Kota Sehat saat FGD vertual dengan Aksansi dan Borda-jen

MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Sinergi dengan progam lainnya, Walikota Mojokerto targetkan tahun 2021, Instalasi Pengolahan Limbah Terpadu (IPLT) di Kota Mojokerto dapat terbangun. Pernyataan itu disampaikan pada Forum Group Diskusi (FGD) dengan stakeholder terkait sanitasi, pada selasa 18/8/2020. FGD yang digelar secara virtual by zoom meeting dengan agenda mendengarkan paparan dari Direktur Asosiasi KSM Sanitasi Indonesia (Aksansi) dan Borda Indonesia yang berkantor di Jogjakarta.

Paparan yang disampaikan adalah terkait rencana tindak lanjut Kerjasama Pemerintah Kota Mojokerto dengan Aksansi salah satu agendanya adalah rencana pembangunan IPLT. Konsep yang ditawarkan oleh Aksansi adalah IPLT mini yang dimungkinkan sangat cocok bagi daerah perkotaan yang padat penduduknya dengan lahan yang terbatas seperti Kota Mojokerto. Direktur Aksansi Prasetyastuti Pospowardoyo dan Prawesti dari Borda menyampaikan rencana kegiatan secara detail dari penyiapan lahan, kontruksi dan pilihan teknologi serta paska konstruksi yaitu teknik  operasionalnya. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi permasalahan baru ketika IPLT ini dibangun.

Walikota Mojokerto saat menyampaikan kebijakan terkait rencana pembangunan IPLT-jen

Menanggapi hal tersebut Walikota Mojokerto Ika Puspitasari, memberikan apresiasi atas rencana tersebut dan kerjasama kedua belah pihak.  Oleh karena itu Ning Ita panggilan akrab Walikota berharap kepada OPD yang telah mendapatkan pembangian tugas pada pertemuan sebelumnya segera berkomunikasi lebih inten dengan Aksansi dan Borda terkait kajian teknis sesuai  kondisi riil yang ada di kota Mojokerto.  Mengkaji potensi daerah sekitar Kota Mojokerto untuk mengetahui kebutuhan di Kota Mojokerto sesuai dengan pilihan teknologi.

Seperti yang dijelaskan oleh Prawesti bahwa, kebutuhan lahan IPLT mini minimal 400 – 500 m2. Namun Pemerintah Kota Mojokerto telah menyiapkan lahan sekitar 2 ha. Oleh karena itu setelah melakukan kajian teknis fisibility study (FS) dan  detail engineering desaign (DED) dan juga kebutuhan bahan baku yang dapat disuplay ke IPLT setiap hari sebagai pasokan yang diolah  baru bisa menentukan pembangunan IPLT skala mini tingkat Kecamatan atau skala perkotaan. Untuk memastikan tahapan-tahapan tersebut tahun 2020 redesaign harus sudah selesai dan tahun 2021 sudah mulai konstruksi sampai selesai.

Prasetyantuty Puspowardoyo Direktur Aksansi saat menyampaikan paparan rencana teknis pembangunan IPLT di Kota Mojokerto by zoom meeting-jen

Jika IPLT sudah terwujud, dan open Defication Free (ODF sudah mencapai target, maka kota Mojokerto sudah memenuhi syarat untuk maju tingkat nasional dalam penilaian Kota sehat kategori Wistara.

FGD kali ini diikuti oleh Dinas Kesehatan. Dinas Permukiman dan Perumahan, Dinas Lingkungan Hidup, Badan Perencanaan Pembangunan Kota, Badan Pengelola Keuangan dan asset, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Perwakilan forum Kota Sehat dan Aksansi Daerah Kota Mojokerto. (an)

Print Friendly, PDF & Email