Penyerahan secara simbolis dari Ketua KIM Mekarsari kepada Kampun Tangguh didampingi oleh Lurah dan Posko Gugus Tugas Covid-19 Kelurahan Surodinawan-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) “Mekarsari” Kelurahan Surodinawan Kecamatan Prajuritkulon Kota Mojokerto, sampai saat ini masih exis walau pada kondisi pandemic COVID-19.  Hal ini dapat dilihat kegiatan yang dilakukan oleh pegiat  informasi berkelompok ini yang selalu up to date. Contohnya dalam menghadapi kondisi pandemic penyakit menular COVID-19.  KIM yang beranggotakan PKK dan Prakoperasi ini mampu memberikan informasi-informasi terkait protocol kesehatan guna memutus mata rantai penularan COVID-19. Melalui media blog dan media social serta pertemuan terbatas penggurus dan anggota.

Seperti yang direalisasikan hari ini (Minggu, 12/7./2020) bertempat di sekretariat KIM Surodinawan Gg.I/nomor 12 RT.01/RW.01, telahmenyerahkan bantuan bahan pokok sembako kepada pengurus Kampung Tangguh Kelurahan Surodinawan (KTS).  Bantuan yang diserahkan secara simbolis tersebut sebanyak 10 (sepuluh) paket, masing-masing paket terdiri dari  terdiri  5 (lima) kg beras, 1 (satu) kg gula, 1 (satu) kg telor, 1 (satu) kg minyak goreng,dan tambahan spontan dari warga uang tunai sebesar 370 ribu, minyak goreng 5 (lima) kg , 1 (satu) kg beras, 1 (satu) kg telor, mie instan 1 (satu) dos dan camilan snack 2 (dua) dos.

Hj. Ida Nuryati, SH,MH ketua KIM “Mekarsari” menuturkan, bantuan ini dapat terealisasi atas bantuan sukarela dari anggota PKK dan KIM Mekarsari yang diambilkan dari hasil pengelolaan dana Prakoperasi, ditambah dari warga yang sifanya tidak mengikat. Tujuan bantuan sosial ini adalah semata-mata untuk  menjalin tali persaudaraan dan meringankan beban warga Kelurahan Surodinawan yang terpapar COVID-19, baik yang isolasi mandiri atau yang  ditinggal keluarganya di Rusunawa.

Mengenai perjalanan KIM, disampaikan oleh Ida (panggilan ketua KIM) bahwa, KIM Mekarsari adalah reingkarnasi dari Kelompercapir saat itu. Berdiri tahun 1986 oleh HJ. Mujannah Cipto yang akrab dipanggil bu Cip,  ketua Kelompencapir yang juga selaku tokoh senior dan pegiat lingkungan bersama mitranya HJ.Istiadah Syamsuri dan Hj. Hatimah Lukman almarhum. “kami pengurus sekarang ini adalah penerus putri-putri para pendiri” terang Ida yang juga didampingi sang Ibu (HJ.Mujannah) yang masih sehat wal afiat walau  usia senja.

petugas posko gugus tugas covid-19, Kampung tangguh dan lurah Surodinawan menghadiri penyerahan bantuan kepada warga terpapar covid-19 dar KIM Mekarsari-an

Riaji, SH Lurah Surodinawan yang hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas namapengurus (KTS), kepada pengurus KIM dan juga PKK serta warga setempat atas kepeduliannya kepada warga yang terpapar COVID-19. “Pada kesempatan ini, saya mengingatkan kepada semua warga bahwa, Tatanan Nomal baru atau yang disebut new normal bukanlah hidup yang bebas, akan tetapi kita hidup  normal dengan protokol kesehatan.” Kata mantan lurah Kauman ini.  Sebab tidak sedikit warga yang masih kurang pas dalam mengartikan New Normal tersebut.  Menyinggung Perwali Nomor 55 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi COVID-19, ada sanksi bagi warga yang melanggar dan kena razia Satpol PP. Pada pasal 48 mengatur sanksi sosial dan atau denda 200 ribu rupiah bagi warga yang tidak memakai masker saat di luar rumah.

Oleh karena itu mari klita patuh protokol kesehatan, bukan semata-mata takut sanksi, namun demi untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 ini agar tidak terus bertambah.

Pada akhir acara telah diserahkan bantuan tersebut secara simbolis dari Ketua KIM Mekarsari kepada ketua KTS dengan didampingi oleh Lurah,  petugas Posko Gugus Tugas COVID-19 Kelurahan Surodinawan. (an)

Print Friendly, PDF & Email