para peserta menunjukkan hasil karya membuat produk daur ulang-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Ada pepatah bilang, seseorang yang memiliki ketrampilan tidak akan kesulitan dalam memperoleh pekerjaan.  Terlebih lagi bagi seseorang yang belum mempunyai pekerjaan tetap atau bidang usaha.  Oleh karena itu Kelurahan Kranggan menggelar berbagai pelatihan untuk memberikan skill/ketrampilan bagi warga masyarakat setempat agar mampu membuka lapangan kerja.

M.Mansur, M.Pd ketua LPM Kelurahan Kranggan selaku ketua panitia penyelenggara menyampaikan,   lebih dari 5 (lima) jenis pelatihan yang sudah diberikan kepada warga pada bulan Mei hingga Juli 2020. Diantaranya pelatihan sablon, pelatihan membuat ketrampilan daur ulang, menejemen koperasi, seni Mocopatan, sosialisasi dana Kelurahan dan masih ada beberapa pelatihan yang belum dilaksanakan.

Lurah Kranggan, Ketua LPM dan Instruktur pelatihan-an

Melalui pelatihan ini diharapkan, masyarakat dapat membuka lapangan usaha baru utamanya pada bidang pemberdayaan masyarakat. Pada masa pandemic covid-19 ini, semua orang merasakan dampaknya yang serba sulit.  Namun roda kehidupan harus terus berjalan. Maka pelatihan juga harus menggunakan protocol Kesehatan.

Pelatihan Sablon diikuti oleh anak-anak muda, dengan belajar menyablon kaos dengan harapan  kedepan mereka dapat membuka lapangan usaha sendiri dengan membuat percetakan sablon  kaos seragam dan lainya.  Pelatihan Daur ulang, dimaksudkan untuk pemberdayaan Bank Sampah setempat, sebab hampir setiap RW di Kelurahan Kranggan sudah memiliki Bank Sampah.  Untuk ini perlu diberi bekal dalam mengelola sampah kering, diantaranya plastic/kresek, toples plastic, piring dan mangkok plastic. Dari bahan tersebut diciptakan menjadi bunga cantik dan lampu petromak ala jaman dulu.

pelatihan seni Mocopatan-di Kelurahan Kranggan-an

Sedangkan seni Mocopatan adalah untuk menampung potensi seni warga yang sudah  memiliki komunikat seni tradisional ini.  Mocopatan adalah salah satu jenis seni tradisional yang harus dilestarikan sebagau leluhur budaya jawa.

Sementara itu Mohammad Rochan,SH Lurah Kranggan saat membuka pelatihan tersebut mengharapkan, agar setelah pelatihan ilmu /ketrampilan yang didapat terus dikembangkan, agar lebih bermanfaat. “kalau tidak dikembangkan ilmunya akan mubazdir” katanya.  Sebab tidak semua warga mendapatkan kesempatan pelatihan. Syukur kalau hasilnya dapat dikembangkan dengan warga lainnya menjadi peluang usaha baru. (an)

Print Friendly, PDF & Email