Walikota Mojokerto saat Webinar Forum Kota Mojokerto Sehat-jen

MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam melaksanakan protocol kesehatan, Forum Kota Mojokerto Sehat (FKMS), menggelar Webinar dengan menghadirkan narasumber di 4 Negara, rabu 17/6/2020.  Keempat Negara yang menjadi Narasumber tersebut adalah Nur Ibrahim, S.S pejabat pelaksana fungsi penerangan sosial budaya 1 KBRI Abu Dabi Unit Emirat Arab, Zulkifli Abdullah Usin, SKM Perawat yang bekerja di Emergency Room Kuwait Hospital, serta Muhammad Haris Luthfi mahasiswa yang sedang study di Universitas Islam Madinah.  Selain itu dari Indonesia sendiri Walikota Mojokerto, Ika Puspitasari, SE, dan Dra. Christiana Indah Wahyu, Apt,M.Si Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto serta Dr. Windu Santoso, S.Kp,M.Kep Dosen Stikes Bina Sehat PPNI Kabupaten Mojokerto sekaligus selaku koordinator Tatanan Kehidupan social sehat mandiri.

Kadinkes saat Webinar Forum Kota Mojokerto Sehat di Ruang -jen

Menurut Riani, SH,M.Si ketua FKMS yang bertindak selaku moderator menyampaikan bahwa, tujuan dari Webinar ini antara lain untuk membantu pemerintah Kota Mojokerto dalam upaya percepatan penanganan covid-19 menuju kehidupan baru New Normal.  “Melalui webinar ini akan menghasilkan bahan literasi atas pengalaman para narasumber dari berbagai Negara.” Setelah webinar ini perlu menelorkan sebuah rekomendasi dalam menentukan kebijakan new normal.

Dalam persiapan memasuki new normal di Kota Mojokerto, Walikota Mojokerto telah menyiapkan kebijakan-kebijakan dan Skema new normal atau tatanan hidup baru bagi masyarakat. Ada formula-formula baru, yang dikemas dalam menyiapkan masyarakat dalam menghadapi tatanan hidup baru yang produktif dan aman dari Covid-19. Sesuai dengan Tema yang dibahas “Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Komitmen Bersama Pemerintah dalam Adaptasi Selama Pandemi Covid-19 menuju New Normal”. Terang Walikota saat menyampaikan paparan via zoom dari ruang nusantara.

Salah satu Narasumber mahasiswa dari Madinah Muhammad Haris Luthfi-jen

Webinar yang diikuti ribuan partisipan, sebagian besar bertanya  terkait regulasi yang mengatur protokol kesehatan. Dalam aturan tersebut diharapkan ada sebuah sanksi bagi pelanggar.  Sebab selama ini masyarakat tidak jera kalau hanya bersifat teguran dan himbauan saja. Jika dimungkinkan bisa diterapkan sebuah sanksi seperti halnya di Negara wilayah Narasumber dengan denda sampai dengan 10 sd. 30 juta rupiah.

Menanggapi masalah tersebut, Walikota menyampaikan sampai saat ini, pihaknya masih mencari formula sebagai dasar untuk menentukan kebijakan tersebut. “sejauh ini belum ada kebijakan dari pusat untuk menerapkan sanksi fisik/denda tersebut”. Katanya. Namun demikian Ning Ita (panggilan Walikota) sependapat dengan konsep yang ditawarkan oleh FKMS, bahwa covid-19 ini tidak perlu ditakuti atau bahkan membuat kita panik, akan tetapi cara kita beradaptasi, tentunya berubah dengan membiasakan dengan protokol kesehatan.

Mengingat cara ini adalah cara yang sangat mudah dan murah yang bisa kita lakukan.  Hal ini sesuai dengan materi yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan yaitu Pola Hidup Bersih dan Sehat untuk produktif dan aman dari covid-19. (an)

Print Friendly, PDF & Email