Para Ahli Teknologi Laboratorium Medik saat melaksanakan rapid test di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto-jen

 

MOJOKERTO-GEMA MEDIA: Dalam kegiatan Rapid Test massal di pusat perdagangan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto melibat kan berbagai unsur. Mulai TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas terkait yang tergabung dalam Gugus tugas Covid-19 tak terkecuali Tenaga Kesehatan, yakni Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) dan Perawat juga Dokter sebagai garda depan dalam penanganan Covid-19.

Puluhan tenaga kesehatan analis dan perawat yang terlibat dalam pengambilan sample darah dari pasien untuk dilakukan diagnosa lebih lanjut di laboratorium.

dengan menggunakan APD lengkap paramedis ini mengambil sample darah rapid test-jen

Ketua Persatuan Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia (PATELKI) Cabang Kota Mojokerto Erri Muda Robuta S.ST,SH saat di wawancarai Tim Gemamedia.mojokertokota.go.id menyampaikan, ini merupakan kegiatan utama kita dalam penanganan kasus Covid-19. Sebagai salah satu organisasi profesi yang melakukan sampling kepada pasien baik itu rapid ataupun swab.

“Ini tadi atas arahan Pemkot Mojokerto melalui Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, anggota ATLM di setiap rumah sakit dan Puskesmas kita turunkan semua ada beberapa yang mengambil sampling darah di lapangan dan ada juga yang melakukan pengecekan di laboratorium yang sudah di tunjuk oleh Dinkes,” ungkap Erri selaku kapala laboratorium di RS Gatoel. Jum’at, (22/5/2020).

APD bertuliskan “Cak Jo…” sebagai ungkapan keikhlasan dalam melayani masyarakat-jen

Selain itu masih kata Erri, saya juga menghimbau kepada Masyarakat khususnya warga Kota Mojokerto untuk tetap menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah dan menggunakan masker saat beraktivitas diluar rumah guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Mojokerto.  Lebih lanjut Sekretaris Patelki Kota Mojokerto, Ahmad Adi Suprayitno S.Tr Kes, mengatakan bahwa dari Dinas Kesehatan melibatkan rekan-rekan ATLM hampir semuanya baik rumah sakit, puskesmas, laboratorium pemerintah dan swasta yang ada di Kota Mojokerto.

“Semua berjumlah 6 orang yang diisi oleh ATLM dan Perawat di masing-masing titik pengambilan sampling rapid yang di gelar Pemkot Mojokerto,” kata pria lulusan Poltekes Kemenkes Surabaya itu.

Kita melaksakan sesuai SOP dan standart dalam WHO dalam pengambilan sampling darah saat rapid, dengan berpakaian APD lengkap dan peralatan yang sudah di sediakan oleh Dinkes Kota Mojokerto. “Hasil dari rapid test yang di kerjakan di lab, nanti kita serahkan dan laporkan ke Gugus Tugas covid-19 Kota Mojokerto untuk dilakukan tindakan lebih lanjut, pungkasnya. (jen/an)

Print Friendly, PDF & Email