tetap jaga jarak saat bertemu,dalam persiapan Baksos kedua FKS kota Mojokerto-an

MOJOKERTO – GEMA MEDIA : Wabah pandemi Covid-19 yang belum berakhir tampaknya masih menyisakan kesulitan masyarakat tidak bisa beraktifitas seperti semula.  Salah satu diantaranya adalah para UKM/UMKM/PKL/pelaku usaha dan para pengais rejeki harian.  Demikian juga para karyawan perusahaan yang harus dirumahkan. Kondisi ini tentu berdampak terhadap menurunnya  pendapatan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun apa daya inilah kenyataan yang ada, tidak ada para pihak yang dapat disalahkan. Covid-19 adalah musibah yang dirasakan oleh seluruh umat manusia didunia. Oleh karena itu harus dihadapi bersama agar wabah ini segera sirna. Hal itu disampaikan oleh Riani, SH.M.Si Ketua Forum Kota Mojokerto Sehat (FKS) saat melaksanakan kegiatan Bakti social kedua, kamis 7/5/2020.

penyerahan secara simbolis di kampung tertib lalu lintas-an
penyerahan secara simbolis di Posyandu Lansia Gedongan-an

Menurut Riani, Masyarakat sudah sangat paham bagaimana cara mencegah penyebaran covid-19 ini, dengan cara menerapkan protocol kesehatan.  Diantaranya mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir, wajib pakai masker saat diluar rumah, jaga jarak serta menghindari kerumunan massa.  Namun dampak lain secara ekonomi sangat dirasakan.

penyerahan secara simbolis di Posyandu Jiwa/ODGJ Balongsari-an

Oleh karena itu Forum Kota Mojokerto Sehat telah menggalang donasi dari pengurus untuk membantu meringankan beban warga yang terdampak secara ekonomi.  Bakti social kali ini berupa paket sembako dan uang tunai dengan sasaran warga di sekitar lokus penilaian kota sehat.  Dipilihnya lokus ini, menurut Riani karena warga di lokasi tersebut seringkali direpotkan saat pemerintah pusat dan Provinsi melakukan penilaian Kota Sehat di Kota Mojokerto. “sebagai bentuk kepedulian FKS terhadap warga yang selama ini sudah banyak membantu dan telah berkontribusi sehingga Kota Mojokerto dapat penghargaan Kota Sehat” katanya.

penyerahan secara simbolis di SMPN 4 -an
penyerahan secara simbolis di Kampung Merejahe-an

Bantuan ini bersifat melengkapi, sebab pemerintah daerah dan pusat juga sudah melakukan alokasi bantuan tersebut. Baksos kedua kali ini FKS hanya mampu menyediakan 50 paket sembako yang berisikan beras, gula, minyak goreng, telor dan mie instan. Sedangkan uang tunai bantuan dari Himpunan Ahli Kesehatan LIngkungan Indonesia (HAKLI) sebanyak 50 amplov.

Untuk menghindari kerumunan masa, dalam pendistribusin tim terbagi menjadi 5 lokus yaitu lokus SMPN 4 dengan sasaran para kantin sekolah, dan PKL yang berjualan di sekitar sekolah, karena belajar dari rumah maka mereka tidak lagi dapat berjualan.  Lokus Kampung tertib lalu lintas yang ada di Miji baru RW.02, Posyandu Jiwa/ODGJ Balongsari, Kampung Merejahe Kelurahan Jagalan, Posyandu Lansia Kelurahan Gedongan dan beberapa warga hasil bidikan FKS, seperti Difabel dan tukang becak. (an)

Print Friendly, PDF & Email