dari kakan :anggota DPRD, Polresta, Lurah Balongsari dan Dinkes sebelum sosialisasi-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Pemerintah Kota Mojokerto menjawab kegelisahan warga Balongsari dan Miji paska pemakaman jenazah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) covid -19 pada kamis 16/4 2020.  Berawal  dari meninggalnya salah satu warga Kecamatan  Magersari yang dinyatakan PDP dan menurut hasil rapid test menunjukan reaktif . Jenazah yang dimakamkan di Tempat Pemakaman Keluharan Balongsari yang berlokasi di lingkungan Tropodo berdekatan dengan beberapa  rumah warga Kelurahan Miji. Kegelisahan warga itu lantaran kaget tidak ada pemberitahuan sebelumnya tiba-tiba ada galian makam yang menggunakan alat excavator (alat berat) dan jaraknya sekitar 5 meter dari sumber air warga setempat.  Karena rasa ketakutan itulah warga cemas dan sempat melaporkan ke pihak Kelurahan Balongsari

Wakil Walikota Mojokerto dan tim gugus tugas saat bersosialisasi di Kelurahan Balongsari-an

Menanggapi hal itu, Wakil Walikota Mojokerto Achmad Rizal Zakaria beserta tim gugus tugas coid 19 terdiri dari Dinas Kesehatan, MUI, Koramil Magersari, Polresta, DPRD, Camat Magersari dan tim terkait lainnya menggelaar sosialisasi bertempat di Kelurahan Balongsari jumat/17/4/2020.  Menurut Wawali, sosialisasi kali ini sudah terencana jauh sebelumnya, akan tetapi sebelum sosialisasi dilaksanakan sudah kedahuluan PDP meninggal dunia.  “ atas nama Pemerintah Kota Mojokerto, saya mohon maaf karena Allah berkehendak lain sebelum disosialisasikan sudah ada jenazah yang dimakamkan” katanya.  Wawali juga menyampaikan terima kasih atas masukan dan saran dari warga yang ikut mendukung kebijakan pemerintah salah satu diantaranya bahwa, Makam Balongsari dijadikan lokasi pemakaman jenazah covid. Namun demikian semoga tidak ada lagi korban atau penderita covid di kota Mojoketo. Wawali juga meyakinkan warga tidak perlu takut karena proses pemakaman sudah dilakukan sesuai dengan protokol pemakaman jenazah covid 19 walaupun pasien tersebut dengan status PDP, akan tetapi protokol pemakamannya mengikuti sebagaimana protokol pemakaman pasien covid19, hal itu untuk mengantisipasi segala kemungkinan menularan virus covid-19  .

Bicara masalah covid kata wawali, ibarat perang tidak tahu musuhnya, karena penularannya  melalui percikan ( droplet ) dari air ludah penderita .  oleh karena itu upayanya adalah dengan selalu memakai masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak dan meningkatkan imunitas tubuh.

Ketua Rt/RW dan tokoh Masyarakat mengikuti sosialisasi-an

Pernyataan tersebut secara medis dipertegas oleh Dra.Cristiana Indah Wahyu, Apt,M.Si Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto bahwa, penderita yang meninggal virusnya mati, sebab jenazah dimakamkan dengan protokol kesehatan pemakaman jenazah covid.  Karena sebelum dibungkus plastik  jenazah diberikan desinfektan kemudian diisolasi dan dimasukan kantong jenazah lalu masuk peti. “ Jadi ketika jenazah membusuk dengan adanya desinfektan dan dalam plastik dan ditanam maka masa hidup virus didalam kantung tidak memungkinkan hidup “ tegas Indah. Apalagi kalau dalam jangka waktu lama peti rusak plastik belum bisa hancur . Jadi masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan terhadap pencemaran air karena virus Corona dalam jenazah.     Tetapi saat sebelum dimakamkan maka resiko peti saja bisa menjadi tempat virus yang kita tidak tahu menempel dimana maka tidak boleh peti dipegang oleh orang yang tidak berpakaian APD lengkap, pungkasnya.

KH.Rofi’I ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Mojokerto menambahkan, sebenarnya sejak jaman Nabi wabah itu sudah ada. Jika itu penyakit menular jangan keluar. Berdasarkan Fatwa MUI mati karena terjangkit covid termasuk mati syahid akhirat, artinya Allah akan mengampuni dosanya dan jaminan masuk surga. Oleh karena itu dimohon kepada warga agar tidak mengucilkan keluarga dari penderita covid -19. Proses pemakaman sudah sesuai prosedur agama dan kesehatan.

Hasil pertemuan tersebut, warga sudah menyetujuhi bahwa jika ada penggalian makam selanjutnya tempatnya agak ke timur  jauh dari pemukiman. Sebelum ada pemakaman hendaknya memberikan informasi terlebih dahulu. Untuk menentukan titik tepatnya akan ada perwakilan dari warga dan tim pemakaman jenazah covid. Hal ini untuk menghindari stigma negatif di masyarakat.(an)

Print Friendly, PDF & Email