Manajemen dan karyawan, karyawati sunrise mall dan hotel Ayola mengikuti sosialisasi cegah coronavirus -an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Adanya wabah Corona yang menjadi viral di berbagai media social menjadi perhatian banyak pihak.  Bukan hanya pemerintah, namun pihak swasta dan dunia usaha turut serta berupaya mengantisipasi jangan sampai wabah tersebut menular.  Di Kota Mojokerto salah satu contohnya dilakukan oleh manajemen Sun Rise Mall dan Hotel Ayola. Menggandeng Dinas Kesehatan Kota Mojokerto mengadakan sosialisasi bagi karyawan dan karyawati   di hotel setempat, senin 9/3/2020.

Agus Effendi General Manager Hotel Ayola menuturkan, sebenarnya ide untuk mengadakan sosialisasi ini sudah lama sebelum ada suspect. Namun masih menunggu waktu yang tepat.  Ayola merupakan salah satu hotel group dalam manajemen Topotels yang seluruhnya menyelenggarakan sosialisasi dengan waktu yang berbeda. Melalui sosialisasi kali ini diharapkan dapat mengedukasi para karyawan dan karyawati, agar mampu mengedukasi para tamu utamanya adalah tamu dari luar negeri baik itu tamu dari Negara luar maupun orang Indonesia yang pulang dari luar  negeri. “harapan kami agar Kota Mojokerto benar-benar save bebas dari convid 19” katanya. Apalagi adanya pemberitaan hoax yang sangat cepat, tidak bisa membedakan antara yang benar dan tidak. “  dengan sosialisasi kali ini mereka akan mengetahui informasi yang benar dari sumber resminya yaitu Dinas Kesehatan” terang sang Manager ini.

Namun demikian untuk mengantisipasi hal itu lanjut Agus, pihak manajemen sudah menyiapkan bascam berupa  satu ruang khusus  untuk melakukan pemeriksaan apabila terdapat tamu yang diduga dengan resiko. Hal ini tujuannya adalah agar lebih privasi dan tidak menimbulkan kesan negative.

Dr. Farida Mariana Kepala Bidang Pencegahan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, saat menjadi Narasumber menjelaskan bahwa, Coronavirus merupakan virus Zoonotic  transmisi dari hewan ke manusia dan pertama kali ditemukan di Wuhan Cina pada bulan Desember 2019 dan akhirnya mewabah ke berbagai Negara.

Kondisi di Indonesia sampai dengan berita ini ditulis dari 483 orang yang diperiksa Positif COVID-19 sebanyak 6 orang,  Negatif COVID-19 sebanyak 445, Proses pemeriksaan sebanyak 32 orang. Jumlah tersebut adalah jumlah komulatif sejak 30 Desember 2019  sampai 7 Maret 2020, yang berasal dari 45 Rumah Sakit di 23 Provinsi di Indonesia. Keenam kasus konfirmasi tersebut dalam perawatan di RSPI dr. Sulianti Saroso dan dalam kondisi membaik.

lebih dari 100 orang yang mengikuti sosialisasi dan ini akan dilanjutkan secara bertahap-an

Lalu bagaimana cara mencegah Coronavirus? Lebih lanjut dr. Farida menjelaskan, cara mencegahnya dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dan Gerakan masyarakat hidup sehat (Germas), terutama mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Menggunakan masker bila sedang sakit dan membatasi kegiatan sosial. Menerapkan etika batuk dan bersin yaitu apabila batuk/bersin tutup dengan menggunakan lengan atas bagian dalam atau tisu. Apabila menggunakan tisu, harus segera dibuang ke tempat pembuangan sampah yang tertutup. Apabila mempunyai riwayat perjalanan ke negara terjangkit, lakukan pemantauan kesehatan secara mandiri dan apabila mengalami gejala pernafasan segera ke fasilitas kesehatan, memakai masker dan membatasi kontak dengan orang lain. Menunda atau membatasi perjalan yang tidak mendesak ke negara terjangkit, terutama ke negara-negara dengan peningkatan kasus yang cukup tinggi.

Kepada pihak Manajemen Dr. Farida  berpesan, jika ada tamu asing segera melapor ke Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, agar dapat dilakukan pemeriksaan selama 14 hari sesuai dengan masa inkubasi coronavirus. (An)

Print Friendly, PDF & Email