Brammantya Widya Aswara Narasumber dari BPJS Ketenagakerjaan saat memberikan materi di depan peserta-an

MOJOKERTO, GEMA MEDIA : Tak seorangpun berkeingingan  mengalami resiko kecelakaan kerja, walau harus ada pihak yang menanggungnya seperti BPJS Ketenagakerjaan.  Namun demikian jika resiko yang terjadi saat kerja itu tidak bisa dihindari maka banyak hal yang menjadi tanggungjawab kita. Salah satu diantaranya adalah biaya pengobatan rumah sakit.  Oleh karena itu kepada para kader KB yang tergabung dalam Pembantu Petugas Keluarga Berencana Kota (PPKBK) dan sub PPKBK se-Kota Mojokerto diharapkan menjadi peserta BPJS Ketrenangakerjaan sebagai pendamping BPJS Kesehatan. Hal itu disampaikan oleh Nur Chasanah Rizal Zakaria ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto saat menjadi Narasumber dalam acara pembinaan PPKBK dan Sub PPKBK yang diselenggarakan oleh Dinas P3AKB Kota Mojokerto.

Menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan secara mandiri bisa dikoordinir tingkat Kelurahan, mungkin diambilkan dari uang BOP yang diterima. “walau sedikit namun diharapkan efektif diniati sodaqoh” kata isteri Wakil Walikota disela-sela menyampaikan materi pembinaan.

PPKBK dan Sub PPKBK saat mengikuti pembinaan-an

Lebih lanjut Ny Rizal menjelaskan terkait 8 (delapan) fungsi PKK dalam mewujudkan Keluarga Sejahtera. Delapan fungsi ini memiliki nilai –nilai moral diantaranya nilai moral dalam segi Agama, Sosial Budaya,  Cinta Kasih, Perlindungan, Reproduksi Sosialisasi Pendidikan, Ekonomi dan Lingkungan. Dari kedelapan nilai moral tersebut memiliki keterkaitan dalam membentuk kualitas Keluarga Sejahtera.

Narasumber lainnya dari BPJS Ketenagakerjaan, Brammantya Widya Aswara menjelaskan bahwa BPJS merupakan Jaminan Kesehatan yang harus dimiliki oleh setiap orang karena memiliki peran penting untuk melindungi dan mensejahterahkan seluruh pekerja dan keluarga. BPJS juga menjadi salah satu tabungan tua dikemudian hari. Bram, panggilan akrabnya juga menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan memiliki empat jaminan yaitu, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun.

Hj.Nur Chasanah Achmad Rizal Zakaria selaku ketua Tim penggerak PKK Kota saat menyampaikan materi-an

Terkait program KB dan bagaimana memilih kontrasepsi yang sehat bagi CALON Akseptor dijelaskan oleh Susilowati, S.Psi, M.Si Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan Kota Mojokerto menyampaikan, program KB tidak hanya ditempatkan sebagai program untuk pengendalian penduduk, melainkan juga untuk pembangunan dan pemberdayaan keluarga. Tidak banyak orang mengetahui tentang bagaimana konsep program KB, maka tak pelak jika banyak orang berasumsi sendiri tentang apa yang mereka fikirkan dan sebagian pemikiran tersebut tidaklah tepat atau biasanya disebut sebagai mitos. Sebagai kader harus mampu menjelaskan terkait, macam-macam alat kontrasepsi dan pemakaiannya  yang benar. Pembinaan berlangsung 2 (dua) hari bertempat di Aula Kecamatan Magersariini dibuka oleh Dra. Hartini, MM Sekretaris Dinas P3AKB dan dihadiri oleh pejabat setempat. (an/TPT)

 

Print Friendly, PDF & Email