Kajari Kota Mojokerto Dr. Halila Rama Purnama, SH, M.Hum bersama dengan Eva Yuliana dari Komisi 3 DPR RI saat melakukan Kunjungan Ke Kejari Kota Mojokerto-jen

MOJOKERTO – GEMA MEDIA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto berhasil menyelamatkan aset Pemkot Mojokerto sebanyak 65 bidang tanah dan bangunan. “Kerjasama kita dengan Pemkot, BPN sampai 2019 ada 65 aset diselamatkan. Jadi aset yang belum bersertifikat, kita upayakan supaya segera bersertifikat atas nama Pemkot Mojokerto,” ungkapnya. Senin (23/12/2019), di kantor Kejari Kota Mojokerto, Jalan By Pass Kota Mojokerto.

Sebanyak 65 aset tersebut baik berupa tanah maupun tanah yang sudah ada bangunannya. Kejari Kota Mojokerto juga mewakili Pemkot Mojokerto sebagai tergugat untuk menyelamatkan aset, ada yang menang di pengadilan, namun ada juga masih dalam proses hukum.

“Jaksa pengacara negara di Kejari Kota Mojokerto itu juga mempunyai kewenangan untuk mewakili pemerintah kota dalam posisi ketika pemerintah kota sebagai tergugat oleh pihak ketiga yang merasa memiliki aset tersebut. Kita tentunya dengan bukti yang cukup akan mewakili pemerintah kota,” paparnya.

Kajari bersama staf Kejari Kota Mojokerto dampingi Eva Yuliana anggota Komisi 3 DPR RI-jen

Dari 65 aset yang sudah diselamatkan tersebut, menurutnya, Kejari Kota Mojokerto sudah menyelamatkan uang negara sebesar 54 milyar rupiah  lebih berdasarkan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP). Menurutnya, nilai tersebut belum total keseluruhannya dan jika harga pasar maka nilainya akan lebih besar lagi. Sementara itu, Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) Eva Yuliana dari Komisi 3 DPR RI saat melakukan kunjungan, mengapresiasi peningkatan kinerja jajaran Kejari Kota Mojokerto tersebut.

“Ini bukan kunjungan resmi saya karena anggota DPR RI masuk masa reses. Saya ke sini untuk silaturahmi, tidak ada salahnya saya sekaligus melaksanakan fungsi pengawasan saya,” ungkapnya,

Masih kata Eva, Kejari Kota Mojokerto mengalami cukup peningkatan. Dari yang sebelumnya tidak punya kantor, sekarang sudah ada kantor bagus dan komunikatif terhadap masyarakat. Pelayanan yang dirasakan masyarakat Mojokerto seperti pengambilan tilang lebih cepat dari membuat mie instant.

“Dalam prosesnya hanya kurang dari 1 menit, dengan segala usaha kawan-kawan disini melakukan yang tercepat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ada yang membuat saya bangga dan mendukung yakni Tim Pengawasan Subtansi Buku. Jadi tim bersama Pemkot memberikan pengawasan terhadap buku-buku yang akan digunakan para siswa,” katanya.

Kajari Kenalkan ruang pelayanan kepada Pengambailan Barang Bukti Tilang Kepada Anggota Komisi 3 DPR RI-jen

Eva menjelaskan, apakah buku tersebut muatannya sudah sesuai dengan target pemerintahan apa belum. Yakni penguatan kepada NKRI, penguatan kecintaan negeri, penguatan pada subtansi pendidikan dan meminimalisir infritansi yang terdapat pada buku-buku yang akan dipelajari oleh para siswa tersebut.

“Sampai saat ini, secara resmi belum ada laporan ke kita. Namun alangkah lebih baik, kita melakukan seperti ini. Ada satu lagi kemajuan di Kejari Kota Mojokerto yakni rumah tahanan yang sudah memilah rumah tahanan dewasa dan anak. Itupun tidak sampai disitu, dipilahkan antara rumah tahanan anak laki-laki, perempuan, dewasa laki-laki dan dewasa perempuan,” jelasnya.

Selain itu, di Kejari Kota Mojokerto juga ada layanan J’lita yakni Jaksa Peduli Tahanan. Sehingga beberapa hak tahanan yang sesuai kebutuhan manusiawi dicukupi seperti makan-minum, ibadah, layanan kesehatan, kamar mandi. Pihaknya akan mendukung percepatan yang dilakukan Kejari Kota Mojokerto.

Sehingga bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik lagi. Khusus dalam bidang hukum. Satu lagi, Kejari mendapatkan penghargaan Wilayah Bebas Korupsi dari Menpan RB dan Kejari Kota Mojokerto berhasil menyelamatkan aset Pemkot Mojokerto sebanyak 65 aset. Saya mengucapkan selamat dan apresiasi tinggi,” pungkasnya. (Jen/an)

Print Friendly, PDF & Email