foto bersama tim penilai dan pokja kampung Brantas Bersinar, lurah.ketua RW, Babinsa dan Fasilitator

MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Maraknya penyalahgunaan Narkotika di Kota Mojokerto menjadi perhatian tersendiri bagi BNN dan Polres Mojokerto Kota.  Terlebih lagi saat ini banyak  menyasar  korban dari usia yang masih produktif.  Anak-anak usia SMP, SMA ada yang terlibat dalam peredaran narkoba. Kondisi ini sungguh sangat memprihatinkan.  Untuk mengantisipasi peredaran Narkoba di kota Mojokerto munculah gagasan Program Berani melawan Narkoba dan Kriminalitas (Brantas)  dan Kampung Bersinar (Bersih Narkoba). Melalui program ini melalui RW-RW di wilayah Kelurahan se-Kota Mojokerto setidaknya dapat meminimalisir peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.

dari kiri : Aipda Ria Wahyudi dan Galih Candra Winata saat menilai di RW.02 Balongcok Balongsari-an

Program yang digagas oleh Kapolresta sebelumnya kini dilanjutkan oleh Kapolres  yang baru AKBP Bogiek  Sugiyarto bersama BNN Kota Mojokerto mengadakan lomba tingkat RW di Kelurahan se-Kota Mojokerto. Selama dua minggu terakhir ini tim penilai lomba yang terbagi menjadi 8 tim terdiri dari unsur kepolisian dan BNN telah melakukan penialaian di RW-RW yang sudah melaunching kampong Bersinar dan Brantas.

RW.02 Lingkungan Balongcok Kelurahan Balongsari misalnya, telah dikunjungi pada Kamis, 19/12/2019.  Aipda Ria Wahyudi, SH Sat. Narkoba Polresta saat dikonfirmasi menjelaskan, tujuan penilaian Kampumg Brantas Bersinar ini adalah semata mengajak masyarakat utamanya generasi muda untuk berperan aktif membantu polisi dan BNN  dalam mencegah peredaran Narkoba utamanya di wilayahnya. “pelanggaran saat ini yang paling banyak adalah jenis sabu-sabu” terangnya. “Masyarakat tidak perlu kawatir  untuk melaporkan, karena pihak pelapor dilindungi oleh undang-undang” kata Yudi pangilan akrabnya. Pihaknya berharap, agar masyarakat bisa bekerjasama dengan polisi dan BNN untuk berani lapor terhadap perbuatan tindak pidana pelanggaran Narkotika.

Tim sedang berdialog dengn pokja RW.02 Balongcok-an

Sementara itu Galih Candra Winata tim penilai dari BNN Kota Mojokerto menambahkan, tim terbagi menjadi 8 kelompok masing-masing melakukan penilaian di 2-3 Kelurahan. Hasil dari penialaian ini akan diumumkan pada bulan Januari tahun depan. ”memang ini baru awal pembentukan kampong bersinar sekaligus penilaian lombanya”, kata Galih.  Dengan adanya program Brantas Bersinar ini diharapkan masyarakat lebih memahmi akan bahaya narkoba dan bisa mencegah peredaran penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Informasi dari masyarakt sangat diperlukan untuk membantu petugas.

Tim diterima di Balai RW yang juga dijadikan Posko Pokja Kampung Brantas Bersinar disambut oleh Lurah Balongsari, ketua RW, ketua Pokja dan seluruh anggota serta fasilitator dan Babinsa Balongsari. Dalam penilaian kali ini tim melakukan dialog dengan pengurus pokja  terkait legalitas, sumber daya manusia yang ada, dan sosialisasi kepada masyarakat. Selain itu juga melakukan uji petik terhadap warga sejauhmana pemahaman terhadap Narkotika dan bahanya serta sanksi hukum bagi yang pelanggar . (an)

Print Friendly, PDF & Email