Walikota Mojokerto, Ka-DPMPTSP sera Narasumber dalam acara Sarasehan-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Para pengusaha dapat mengambil peluang dalam pembangunan pariwisata di Kota Mojokerto.  Mengingat ada 16 sub sector pariwisata yang merupakan potensi untuk dikembangkan di Kota Mojokerto.  Untuk itu merupakan kesempatan yang strategis bagi pelaku usaha dalam bidang perdagangan dan jasa.  Demikian pernyataan Walikota Mojokerto HJ.Ika Puspitasari, SE (Ning Ita) dalam paparannya pada acara Sarasehan Informasi Penanaman Modal bagi pelaku usaha yang diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Mojokerto di Ayola Hotel, selasa 3/12/2019.  Lebih lanjut Ning Ita menuturkan, kabar gembira bagi Kota Mojokerto tahun 2020 akan mendapatkan kucuran dana dari APBN untuk mendukung  pembangunan dibidang pariwisata.

Semua pelaku usaha dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam pembangunan pariwisata. “Banyak  ekosistem pariwisata yang bisa berkolaborasi dengan para pengusaha” katanya. Pemerintah berupaya mensinergikan dengan para pengusaha yang muaranya adalah untuk mensejahterakan masyarakat. Melalui DPM PTSP, pemerintah Kota Mojokerto memberikan kemudahan dalam kepengurusan ijin berusaha yang tersentral di mall pelayanan public yaitu di GMSC. Melalui dua narasumber kali ini, Ia berharap agar dapat dipahami dengan benar, mengingat banyak fasilitas-fasilitas tanpa bea yang disediakan oleh Pemerintah untuk mengembangkan para pengusaha.

para peserta Sarasehan Informasi Penanaman Modal bagi para pengusaha-an

Pada kesempatan tersebut Ning Ita juga menyampaikan, ada skala prioritas pada RPJMD 2019-2023 diantaranya adalah pembangunan Insfrastruktur.  Untuk ini yang dikerjakan adalah untuk mengatasi genangan air/banjir.  Mengingat di Kota Mojokerto secara Topografi kondisinya cekung dan lebih rendah dari Kabupaten Mojokerto, sehingga kalau ada curah hujan tinggi mudah  menggenang airnya.  Kemudian pemerataan interkoneksitas wilayah timur dan dan barat untuk mengatasi kesenjangan disparitas.  Selain itu juga membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru melalui pembangunan pasar baru dan destinasi wisata.  “setiap area perdagangan dan jasa di Kota Mojokerto selalu ramai.  Jual apapun di Kota Mojokerto pasti laku” terang Ning Ita.

M.Imrom, S.Sos, MM Kepala DPMPTSP pada kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa, melalui sarasehan ini diharapkan dapat memberikan informasi dan koordinasi terkait pembangunan dan perkembangan Potensi yang ada di Kota Mojokerto dalam meningkatkan investasi dan Peluang Investasi yang ada di Kota Mojokerto. Memberikan informasi  kepada pelaku usaha tentang kemudahan berusaha khususnya  mengenai proses perijinan online single submission ( OSS ) sekaligus memberikan pemahaman terkait  kewajiban pelaku usaha dalam mengakses pelaporan  LKPM,  sehingga meminimalisir blacklist dari BKPM Yang diharapkan bisa meningkatkan investasi dan PAD Kota Mojokerto. Mendorong peningkatan iklim investasi melalui pemberian fasilitas dalam kemudahan  ekspor. Mengembangkan Kemampuan Usaha Mikro Kecil dan menengah menjadi usaha yang kuat, mandiri, dan berdaya saing.

Ibu-ibu para pengusaha Batik dan alas kaki-an

Dua narasumber yang hadir Syamsul Arifin, S.Sos, MM dari DPM PTSP Provinsi Jawa Timur memberikan materi tentang Regulasi kemudahan Berusaha.  Sedangkan dari Bea Cukai Jawa Timur Fatoni Kurniawan, S.Sos, MM memberikan materi tentang fasilitas Kepabeanan untuk mendorong Industri Dalam Negeri Guna Peningkatan Exspor Nasional yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bea Cukai.(an)

Print Friendly, PDF & Email