R.Heppy saat mengambil sampah dengan kayu panjang namun masih belum sampai ke sasaran rumput didalam sungai tersebut-an

MOJOKERTO-GEMA MEDIA : Kegiatan kerja bhakti kali bersih (Prokasih) yang dilaksanakan di Kali Sadar Jln. Pahlwan jumat, 15/11/2019  dalam rangka peringatan hari Ulang Tahun Korpri ke 48, hasilnya belum maksimal.  Hal ini terlihat saat semua ASN OPD datang ke lokasi sepertinya  tidak tahu apa harus dikerjakan. Padahal banyak sekali ASN di lingkungan Pemkot dan pelajar hadir bermaksud ikut bersih-bersih kali tersebut.

Ria dari Inspiktorat bersama R,Heppy dan peserta kerja bhakti lainnya mengambil sampah sebisanya karna gk bisa masuk kali sadar-an

Pendapat yang sama juga disampaikan oleh Drs. R. Happy Dwi Prastiawan, MSi Kepala DKPP Kota Mojokerto yang juga merasa sebagai warga Kota Mojokerto saat ditemui di lokasi beserta stafnya berharap agar semua kali/sungai di Kota Mojokerto itu dalam keadaan bersih.  “Sangat disayangkan kerja bhakti pagi ini kurang maksimal, banyak OPD dan anak-anak sekolah datang tapi sebagian besar hanya duduk-duduk dan melihat-melihat karena tidak membawa peralatan untuk mengambil rerumputan dan sampah yang ada dalam saluran tersebut” katanya.  Ada beberapa perahu karet yang disiapkan Satpol PP dan hanya itu yang bisa ikut bersih-bersih mengingat sungai cukup dalam. Terang Heppy.

terpaksa duduk-duduk karena gak bisa masuk sungai sadar-an

Menurut Heppy, Prokasih ini program yang sangat bagus,dan perlu dibentuk tim terpadu.  Mengingat semua OPD mempunyai peran masing-masing dan dapat disinergikan Misalnya Dinas PU mempunyai pasukan keruk wallet, DLH mempunya pasukan kuning, Dinsos ada Tagana, Satpol PP penyedia sarprasnya, DKPP bisa melengkapi dengan benih ikan sehingga sungai itu selain bersih juga ada manfaat bagi masyarakat untuk mancing ikan buat nambah gizi keluarga.

menggunakan perahu karet dari Satpol PP baru bisa mngambil rerumputan dan sampah-an

“Pagi ini saya sudah menghubungi Ibu Walikota namun belum nyambung, dengan maksud akan menabur benih ikan rengkik di kali sadar setelah kerja bhakti selesai, karena belum dapat petunjuk yang masih nunggu beliaunya” terang Heppy yang penuh semangat manata ketahanan pangan dan gizi  di wilayah Kota Mojokerto.

Heppy berharap kedepan  perlu dibentuk tim terpadu yang melibatkan masyarakat dengan anggota OPD terkait dengan Pembina Walikota Mojokerto. Selain itu juga perlu bekerjasama dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Timur yang memiliki kewenangan  atas sungai-sungai tersebut. Bila perlu BBWS ada perwakilan saat ada kegiatan Pokasih seperti ini.

Kebersihan lingkungan adalah tanggunhjawab kita bersama, namun kalau dikerjakan secara bersama-sama dan terpadu akan lebih mudah. Dengan adanya tim terpadu maka akan terjadwal program bersih-bersih secara intensif tidak harus nunggu perintah. Megingat Prokasih ini juga mendukung penilaian Adipura dan Kota Sehat. (an)

 

Print Friendly, PDF & Email